Click here for Myspace Layouts

Mulailah membaca Artikel-Artikel ini dengan Bismillah
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2011

Selamat Bahagia



Bismillah



Baru hitungan bulan aku mengenalnya. Di tempat terindah, tenang dan menentramkan. Di sebuah ma’ad. Usianya lebih muda dariku, tapi ilmunya luar biasa. Aku sangat iri. Di usia sekarang aku baru belajar. Kemana saja aku dulu.

Salafy. Begitu sulit untuk menyandangnya. Menisbatkan diri mengikuti Rasulullah dan para sahabat. Ya Allah betapa bahagianya aku berada di tempat yang Engkau jaga. Yaitu di Ma’had ini.



Di ma’had aku sebagai administrasi. Di ma’had aku bekerja sambil belajar.



Dengannya aku sebagai musrifah bagi para santriwati. Hari-hari ku lalui bersamanya. Kebersamaan kami banyak menyimpan kenangan walaupun hanya hitungan bulan.



Saat ini, sebenarnya hatiku belum rela untuk berpisah dengannya. Tapi dia harus menjalani kehidupan barunya dengan lelaki pilihan Allah.



Ya Allah berilah kebahagiaan pada mereka dunia akhirat………………….





Sabtu, 10 september 2011



Nia
Selengkapnya...

Sabtu, 09 Juli 2011

gAk g3nah..........*Tabassum*

Bismillah

Hari yang cerah, tak secerah hatiku. kabut hitam menggantung di sudut hati. tapi hujan tak kunjung turun. seolah bongkahan itu telah mengeras. hatiku.

ingin ku buang jauh2 energi negatif yang menyelimutiku saat ini. capek sudah di hinggapi pikiran2 kacau tak berujung.

ooopppzzzz.......kenapa hanya keluhan yang keluar dari lisan ini....


Sungguh aku tak boleh berpikir seperti ini......deuhhhh nia....normalkan pikiranmu....(sambil ngejeduk2 pala ke tembok) hhe...sadis amat sih....

Positif Thinking...
ya..!! itu yang harus ku lakukan. tak baik selalu meratapi kesalahan. malah makin lemah. wake up nia...!!!!

benar2 wake up nieh......jadi tidak menyambung tidur lagi setelah subuh......(hhe..kebiasaan.....)
Selengkapnya...

Rabu, 13 April 2011

Selamat Bahagia



Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh

Barakallahu laka wabaraka alaika, wa jamaa bainakuma fi khoir.

Salam sahabatku…

Ku yakin saat kau terima kado ini dan membaca surat ku ini kau telah berubah status. Yaitu menjadi seorang istri dari lelaki yang telah Alloh pilihkan untukmu. Hmmm…., mungkin saat kau membuka kado-kado pernikahan pandanganmu tak langsung pada kado mungil ini…maklum lah, mungkin ia tak begitu mewah……

Aku senang melihat rona bahagia di wajahmu sahabatku, senyum terpancar bak cahaya setiap kali kau mendapat ucapan selamat dari handai taulan, kerabat dan sahabat2mu yang menghadiri acara bahagiamu.


Dan kebersamaan kita pun tidak akan bisa seperti dulu lagi… (ya iyalah…kan dah ada misua) hhe…

Teringat masa-masa dulu. Ketika kita sama2 mencari manhaj yang lurus ini. Dari curhat kita yang sama merasakan masih kurangnya ilmu. Akhirnya kita pun mencari majelis ilmu yang sangat begitu indah ini. Alhamdulillah………..

Dan satu kenangan yg tak terlupakan sahabat……….

Kau ingat waktu aku datang ke tempat kerjamu…., niatku ingin nebeng makan siang. Akhirnya kita makan sepiring berdua. Setelah selesai makan kau melihat raut wajahku yang aneh begitu juga aku melihat raut wajahmu yang juga aneh. Dan akhirnya aku duluan yg bersuara kukatakan tanpa malu-malu…

“kak .., aku masih lapar”

“sama. Kakak juga” akhirnya qt tertawa berbarengan.

Ya pantas aja masih lapar karena bekal yang seharusnya untuk dirimu harus rela berbagi denganku.

Heuheuheuheu….

Tak kehilangan akal. Kau pun membeli goreng. Untuk mengubati perut yang masih lapar. (dah di kasih nebeng makan nasi , makan gorengan juga masih nebeng)….hehehe

Selesai sudah acara makan-makan kita. Setelah itu kita berencana ke tempat salah satu ummahat. Sepulang dari tempat ummahat itu kita melihat tempat makan yang asyik. (dari tadi makan-makan aja ya temanya)…..^_*

Kau bermaksud untuk mengajakku makan di tempat itu. Tempatnya lumayan mewah. Mirip Café. Bakso Kepala Sapi. Nama tempat makanan itu.

Baaakkkkksooooooooooo……!!!! Pekikku histeris. Tapi hanya di dalam hati. Karena kalau betul-betulan teriak norak baget sih aku. Ntar malah bisa-bisa kau tidak jadi ngajak makannya. Hihihi….kucoba menjaga sikap sebaik mungkin agar semuanya lancar2 saja. Hhe…

Tapi……..

Kau hanya memesan satu porsi saja. Ya sudahlah. Biarkan aku melihatmu makan sendiri. Sambil gigit jari. (hhee….gak segitu nya kaleeee)

Dan…..hahahah…..lagi-lagi kau mengajakku makan satu porsi berdua. Gubraaaakkkkkkkkk

Di tempat umum gini kita makan sepiring berdua eh salah maksudnya semangkuk berdua..(bakso kan pake mangkuk jadi gak cocok klo kata2nya sepiring berdua ^_^)

Apa kata orang , nih orang makan semangkuk berdua karena kere ato karena romantis….

Oopppzzz…….,

Ahhhh….tak peduli apa kata orang klo mikir2 gitu aku yang gak kebagian…hhe

Tancap terus…

^_~




Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011

Insya Alloh Pilihan yang terbaik....amin...

Bismillah



*********



Dialog hatiku terhenti pada satu keputusan.



Terngiang kata2 yang menohok hati, “ketika akidah itu sudah tertancap kuat di dalam hati maka apa2 yang di cintai Alloh dan Rasulnya maka lakukanlah dan apa2 yang di benci Alloh dan Rasulnya maka tinggalkanlah”




Akhirnya surat pengunduran diri telah ku layangkan. Ku lebih memilih tempat kerja dimana aku bisa belajar dan mengajar TAUHID.



Bila materi yang ku kejar mungkin aku akan tetap bertahan disini. Tapi ku tak ingin menyiksa ruh ku dan menjauhkannya dari yag HAQ.



Akhir April kan ku awali langkahku dengan pekerjaan baru.



Semoga Alloh meneguhkan hati ini dan senantiasa memberi petunjukNya pada diri ini.



Amin allohumma amin

Selengkapnya...

Sabtu, 26 Juni 2010

Skripsi oh skripsi…………….

Agenda kantor begitu padat di bulan juni dan juli ini. Apalagi di awal bulan juli. Anak asuh mengikuti kemah juara. Tidak jadi mendampingi kemah juara nasional, tapi amanah yang harus ku emban hampir sama besarnya. Sebagai penanggung jawab kemah juara yang diadakan di kantor cabang. 210 anak asuh. Yah, sebanyak itulah anak asuh yang akan ku handle. Dengan relawan dan mentor berjumlah 43 orang.

Kegiatan diadakan 3 hari 2 malam. Tepat pada saat anak sekolah liburan.

Terus terang, baru kali ini aku menjadi penanggung jawab dalam moment besar seperti ini. Semoga aku sanggup menjalankan amanah ini dengan baik. Amin…….

Oh ya, apa hubungannya dengan judul di atas…???


Hubungannya baik2 saja. Hhe

Hmmm….., pada saat diadakan kemah juara itu skripsi sudah di desak untuk di kumpulkan. Apakah masih bisa terkejar. Tanggal 9 juli tidak lama lagi.

Hikkzzz……………., dari dulu2 niat ngerjakannya malam, karena siang harinya ku harus bekerja. Tapi niat tinggal niat. Yang ada aku sering kecapean lalu cepat terlelap di alam mimpi………..

Skripsi oh skripsi…………

Aku akan berusaha lagi, semoga bisa menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik2nya…..amin………

Do’akan ya……

Selengkapnya...

Senin, 14 Juni 2010

jalan-jalan....

Jalan-jalan keluar kota. Whuaaahhhh….senang bangetzz......
Siapa sih yang gak suka jalan-jalan….??? Pasti temen2 pada suka.
Apa lagi aku. *ngarep banget bakal bisa jalan-jalan*

Sebuah anugrah terbesar ketika agenda kantor dalam program kemah juara nasional aku di nobatkan sebagai pendamping anak2 asuh RZ dalam perjalanan itu. Whhuuuahhhhh……ingin rasanya jingkrak2. cuit…cuiitt….

Tapi………………..
Hmmm….., kegembiraanku yang meluap2 segera pupus.
Pengumuman di depan kantor jurusan kampus, tempat aku berkuliah, membuatku tersadar dari mimpi indah itu.

Skripsi bulan sekian harus sudah di kumpulkan. Begitulah isi pengumumannya. Yah, mau tidak mau aku harus ikhlas menerimanya. Hikkzzz……

Cibubur……, saya tidak jadi kesana…, bisikku dalam hati. Lagi lagi hikkzzz…….
*terlalu di dramatisir ya…..hhe*


astaghfirullah……., kenapa aku mesti bersedih hati seperti ini. Bukankah seorang wanita tidak di perbolehkan melakukan safar/perjalanan tanpa mahramnya??

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya ia mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya dan janganlah seorang laki-laki masuk menjumpainya kecuali disertai mahramnya.” Kemudian seseorang bertanya : “Wahai Rasulullah ! Sungguh aku ingin keluar bersama pasukan ini dan itu sedangkan istriku ingin menunaikan haji.” Maka bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : “Keluarlah bersama istrimu (menunaikan haji).” (Dikeluarkan hadits ini oleh Muslim dan Ahmad)

Seperti itulah islam melindungi wanita. Allah menaikkan derajat kemuliaannya. Tapi justru saat ini banyak para wanita yang menjatuhkan kemuliaannya sendiri di karenakan hawa nafsu semata.

Islam yang hanif ingin menjaga wanita Muslimah dari setiap bahaya yang akan menimpanya dan ingin menjaga kehormatannya dengan berbagai cara dan bermacam-macam wasilah guna memberikan manfaat baginya baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itulah disyaratkan mahram dalam safar bagi wanita Muslimah tersebut. Dan ini adalah perhatian syariat Islam yang lurus kepada kaum wanita dan perkara ini tidaklah membawa mereka kepada jurang kebinasaan atau kesempitan.

Keluarnya wanita sendirian akan memberikan dampak yang negatif bagi kaum laki-laki maupun bagi dirinya sendiri, lebih-lebih bila ia keluar dengan ber-tabarruj, menampakkan perhiasan bukan pada mahramnya. Maka syariat melarang mereka untuk banyak keluar rumah tanpa ‘uzur yang syar’i, memerintahkan kepada mereka untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan agar mereka menjaga dirinya, agamanya, dan kehormatannya dari kehinaan dan kerendahan yang akan menimpanya.

“Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al Hasyr : 7)

Yakni apa yang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam perintahkan kepadamu maka kerjakanlah dan apa yang dilarangnya, jauhilah. Sesungguhnya beliau hanya memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan.

Mungkin kali ini aku bisa beralasan tidak pergi karena skripsiku, tapi lain kali ada agenda lagi semoga Allah memberi kemudahan bagiku untuk mengemukakan alasan yang sebenarnya. Insya Allah.


Selengkapnya...

Senin, 31 Mei 2010

aku merindukan imamku.....



Seharian beraktifitas cukup membuat tubuh ini lelah. Dimana biasanya hari ahad adalah waktunya beristirahat, tapi tidak denganku. Hari ahad adalah jadwal kuliahku. Alhmadulillah semester puncak ini telah banyak berkurang mata kuliah yang ku ambil. Jadi jadwal kuliah yang seharusnya sabtu dan ahad menjadi hari ahad saja.

Pagi yang sejuk ku mulai aktifitasku, meskipun rinai2 hujan membasahi bumi ini tapi tak menghalangi langkahku tuk menimba ilmu di universitas yang ku cintai. Alhamdulillah , meskipun cuaca yang dingin dan mungkin banyak orang lebih memilih untuk tetap tinggal dirumahnya bergemul di bawah selimut yang hangat, tapi masih ada mahasiswa yang merasa bertanggung jawab dengan kewajibannya menuntut ilmu. Yah, walaupun perkuliahan hari ini hanya dihadiri tiga orang mahasiswa tapi tidak mengurangi semangat untuk belajar.

Sepulang kuliah, seorang teman mengajakku menghadiri pesta pernikahan temannya. Subhanallah pesta pernikahannya megah sekali. Dipekarangan gedung pernikahan banyak terdapat rangkaian bunga. Entah berapa jumlahnya, sangking banyaknya aku malas menghitungnya. (deeuhhh…, siapa lagi yang nyuruh ngitung ^_^)

Tapi…….., hatiku tidak merasa nyaman dalam pesta nan megah ini. What’s wrong honey??? Entahlah…….


Apa iri melihat kemegahan pesta pernikahannya??

Bukan. Bukan itu.

Jadi??

Sedih aja, ketika seharusnya gedung itu di makmurkan dengan amalan2 bekal ke akhirat nanti, dipakai untuk sebuah pesta yang berlebih-lebihan. Belum lagi didalam pesta itu musik dan lagu2 di perdendangkan. Mulai dari semua jenis lagu. Ada pop, rock sampe dangdut. Dan meskipun memang tidak pas di tempat ibadahnya. Yah , hanya aula dari sebuah mesjid. Tapi itu kan juga termasuk bagian dari mesjid. aula itu pas berada dibawah mesjid. Allahu’alam apakah suara yang berasal dari aula kedengaran hingga atas.

Astaghfirullah….., hanya bisa beristigfar.

Sepulang mengantar teman, adzan magribh berkumandang. Singgah di tempat teman yang lainnya lagi tuk menunaikan sholat magribh. Dan ternyata emang kebiasaanku belum berubah. Ngobrol2 ma teman hingga tak terasa adzan isya pun sudah berkumandang. Sehabis sholat barulah ku pamit pulang.

Di keramaian kota ku bawa tubuh letih ini. Dengan ditemani revo dan tas ransel yang selalu menyertaiku. Tak jarang di perjalanan seringkali airmata ini mengalir. Apakah hari2 yang kulalui penuh dengan kebaikan atau kemaksiatan. Pertanyaan yang selalu menjejarku bila gelap tiba. Untuk menenangkan hati ku isi hatiku dengan lantunan dzikir di sepanjang jalan.

Di pembaringan kusempatkan untuk membaca artikel yang ku copy dari internet tadi di kampus, tak terasa mata mulai sayu. Hingga akhirnya aku terjaga.

Baru saja terjaga bunyi sms membangunkanku dari alam bawah sadarku. Ternyata sms dari sahabatku di lampung.

“dah tidur honey??”

Aku tersenyum membacanya. Begitulah ukhti yuza memanggilku. Berat sekali mengatakan kalau aku sudah tertidur. Aku tak tega. Mungkin saja ada sesuatu yang ingin di katakan padaku.

“belum cinta. Ya, ada apa??” balasan sms ku

“aku merindukan imamku…..”

Setelah membaca smsmu , keheningan menelusup hatiku………, ruang hatiku terasa hampa…..

“honey .., aku juga sama sepertimu. Merindukan imamku….. jauh di relung hati, aku sangat mengharapkan kehadirannnya. Seorang mujahid yang akan memberi arti dalam hidup ini, seorang mujahid yang akan mengajakku menyelami dan menyebarkan dakwah ini, seorang mujahid yang mencintai Allah dan Rasulnya di atas segala-galanya, seorang mujahid yang akan mengajakku menjemput syahid terindah dalam memperjuangkan dien ini”

Akhirnya tanganku terhenti mengetik sms…., dan aku terlelap dalam mimpi harapku….

*********

Keesokan harinya baru kusadari, sms itu belum sempat terkirim…….

Biarlah ia tersimpan di hp ini……entah sampai kapan…..

Selengkapnya...

Selasa, 11 Mei 2010

Rinduku



Rasa itu menyelusup dalam rongga jiwaku
Menembus sekat hati yang paling dalam
Mengalun irama rindu yang telah lama ku rayu
Berserak , membuncah mengurai cinta yang terpendam

Bawalah aq bersamamu
Mengarungi mimpi indah itu
Berlayar dalam samudra kisah nan syahdu
Bercengkrama dalam buaian manja


Aku jatuh cinta padamu……
Entap mengapa…….??
Aku jatuh cinta padamu yang masih asing dalam hidupku…
Nama mu telah tertulis untukku
Dan namaku telah tertulis untukmu
Di kitab lauh mahfudz

Terserah orang memandang aku aneh…..yang jelas cintaku telah tertambat padamu wahai lelaki asing yang sampai saat ini akupun belum mengenal siapa kau, dimana kau, dan kapan kau menjemputku.

Semuanya masih menjadi rahasia, biarlah kan ku nanti engkau hingga tiba waktu yang tepat itu. Waktu yang telah Allah janjikan untuk kita bersatu.

Selengkapnya...

Ughh..!!! Kesal....



Kesal! Satu kata yang sedang bercokol dihatiku. Kenapa….?? !!! kenapa aku mengikuti hawa nafsu. Dan rasa kesal itu ingin membuatku marah. Perang dalam batinpun tak bisa ku hindari. Hatiku yang ingin aku tetap sabar berusaha menasehati nafsuku untuk meredam segala emosi yang merajaiku. Rasanya ingin menangis.

Bimbingan skripsi Bab II. Ternyata masih banyak yang harus di rapikan dan diperbaiki penulisannya. Ya Allah, ada apa denganku. Bukankah itu hal biasa. atau mungkin akunya saja yang sensitif hari ini. Entahlah..!! yang ku tahu aku memang terlalu lemah hingga hal sepele seperti itu turut di pikirkan dan memperkeruhkan suasana hati.



Sepulang dari bimbingan, revo ku pacu kembali ke kantor. Tapi masih saja hati ini menyimpan rasa kesal tadi. Ku berusaha beristighfar agar hati ini kembali tenang.

Alhamdulillah sedikit tenang. Ya Allah, ternyata aku manusia yang lemah yang terkadang belum mampu mengendalikan rasa kesal. Dan ku tahu rasa kesal itu adalah salah satu penyakit hati. Yang dapat merusak sel-sel jaringan iman seseorang.

Marah, benci, kesal, iri hati adalah beberapa bagian dari penyakit hati yang sangat susah di hindari oleh kita. setiap hari kita beraktifitas mengerjakan segala pekerjaan rutin maupun tidak rutin otomatis kita selalu bersinggungan dengan orang lain entah orang tua,saudara, suami, isteri, anak, teman, tetangga dll..dan tanpa disadari potensi penyakit hati dalam diri kita muncul terpicu oleh bberapa masalah dengan mereka atau salah satu diantara mereka…..

Betapa susah kita menghindari ini..tapi janganlah kita putus asa menghindarinya..selalu berdoa dalam hati setiap menghadapi hal yang menjengkelkan ” Allahumma innii a’udzubika min ghodlobi nafsii.. ” betapa dekat syetan dengan kita sehingga kita harus berlindung kepada Allah dari segala bisikannya.. ” Ya Allah ..aku berlindung kepadamu dari kemarahan ( nafsu) diri sendiri “

Beberapa cara menghindari penyakit hati adalah :

1. Seringlah kita membaca Qur’an dan memahami maknanya
2. Mendirikan sholat malam ( tahajud, hajat dll)
3. Bergaullah dengan orang sholeh

Adalah di syurga tempat kita terhindar dari segala penyakit hati ..tapi mampukah kita meraih tempat di syurga apabila di dunia selalu memelihara penyakit ini…????

Selengkapnya...

Kamis, 06 Mei 2010

Bersabarlah Dengan Keindahan

Bismillahirrohmanirrohim

Bila telah tiba waktunya, kesibukan kuliah tidak dapat menghalau kebutuhan untuk hidup bersama orang lain sebagai suami istri. Tuntutan nurani itu akan memanggil-manggil kita setiap saat. Tidak ada pelabuhan yang dapat menjadi tempat kita menyandarkan kegelisahan itu selain menikah. (M. faudzil Adhim).

Ikhwah yang dirahmati Allah dimanapun antum berada yang masih hidup sendiri (single) pernahkan merasakan kerinduan yang mendalam terhadap jodoh ?? pernahkan antum merasakan kesepian yang mencekam ?? pernahkan antum terpikir untuk menikah ?? jawabannya tentu berbeda-beda. Ada yang menginginkannya segera dan ada yang menjawab masih belum kepikiran . Bila jawabannya ya, apa yang menghalangi antum untuk segera menikah….??? Panggilan hati untuk menikah adalah fitrah. Segeralah penuhi fitrahmu.


Banyak jalan syar’i menuju pernikahan. Seperti perjodohan yang dilakukan oleh orang tua (pastinya orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya), bisa dikenalkan oleh ustad/ustadzah, dan bisa juga dikenalkan oleh teman. Apapun cara yang antum pilih tentunya haruslah melalui perantara. Karena apabila yang bersangkutan (ikhwan dan akhwat yang sedang dalam proses ta’aruf) berkomunikasi tanpa perantara di khawatirkan akan melibatkan hati, dan kecenderungan hawa nafsu akan lebih dominan.

Manusia hanya bisa berikhtiar dan berdo’a. Selanjutnya Allah lah yang akan menentukan. Dan sudah selayaknyalah kita bertawakal atas ketentuan yang telah Allah tetapkan. Dalam proses ta’aruf tak selamanya berjalan sesuai harapan. Pastinya kita menginginkan dalam hidup ini hanya sekali mengalami proses ta’aruf dan berharap Allah memberikan hasil akhir yang indah. Tapi Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita.

Setelah melakukan ikhtiar yang maksimal dan ternyata pada kenyataannya proses yang dijalani mengalami kegagalan, janganlah kita langsung merasa kecewa. Coba menunduk, renungkanlah wahai ikhwah. Boleh jadi sesuatu yang belum di peruntukkan bagi kita bukanlah hak kita.

Hidup , mati, rezki dan jodoh sudah Allah tentukan untuk kita. Dan telah tercatat dalam kitab lauh mahfudz. Tidak baik menyesali sesuatu, dan merasa kecewa yang berlebihan. Ketika proses yang dijalani gagal, sadarilah Sebenarnya usaha itu sudah dinilai Allah sebagai ibadah. Jangan biarkan ibadah itu tercemari oleh hasil akhir yang mungkin tidak sesuai dengan harapan. Dan sadarilah wahai ikhwah jodoh itu tidak akan tertukar. Ambil ibroh dari kegagalan itu. Ukirlah senyum yang manis. Katakan dalam hati “mungkin memang belum jodoh” dan Insya Allah , Allah akan segera mempertemukanmu dengan jodohmu. Sabarlah dengan keindahan.

Dan yakinlah bahwa jodoh yang lebih baik telah Allah persiapkan untukmu.

“Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)” QS. An-Nur : 26


Selengkapnya...

Sabtu, 01 Mei 2010

Hidup adalah pilihan

Hidup adalah pilihan.

Pilihan yang akan menentukan tujuan akhir kita. Mau dibawa kemana nantinya. Mau di bawa ke arah yang baik boleh , mau di bawa pada ke sia-siaan ya monggo. Keputusan ada di tangan kita, dan tugas kita memperjuangkan jalan hidup yang telah kita pilih.

Dalam perjalanannya hidup kita akan menemukan kemudahan dan kesulitan. Itu hal yang lumrah. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya dengan bijak. Ada masalah kecil bila di anggap berat ya akan berat sekali. Dan sebaliknya ada masalah besar dan bila di anggap kecil maka akan sangat mudah menyelesaikannya tanpa memikirkannya berlarut-larut yang akan memakan waktu, tenaga dan biaya. Yang harus kita ubah adalah paradigma berpikir kita atas apa yang sedang kita hadapi.


Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa ia dibiarkan saja mengatakan ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tdk diuji lagi? Dan sesungguh Kami telah menguji orang2 yg sebelum mereka mk sungguh Allah mengetahui orang2 yg benar dan Dia mengetahui pula orang2 yg berdusta : Dan sungguh Allah benar-benar mengetahui orang2 yg beriman dan sungguh Dia mengetahui orang2 yg munafik.” (Qs. Al- ‘Ankabut: 1-3)

Berjalan menelusuri jalan hidup yang kita tuju tidak selamanya seindah kilau cahaya bintang di malam hari, tidak juga sesejuk gerimis pagi nan syahdu. Akan banyak aral melintang yang kita temui. Onak dan duri yang akan melukai jiwa yang lemah ini. Tapi itu adalah bumbu dalam perjuangan kita mewujudkan jalan hidup yang kita tuju. Bahkan tak jarang air mata, peluh keringat dan darah bercucuran mewarnainya.

Senjata yang akan membuat kita bertahan menjalani hidup ini adalah dengan adanya iman di dada. Semai dan tumbuh suburkanlah iman itu. Karena keimanan yang kita miliki selalu dikikis oleh keadaan dan situasi hidup. Keimanan yang kita punyai selalu diterpa oleh berbagai kondisi dan problematika hidup.

Berjuanglah untuk hidupmu. Berjuanglah untuk akhiratmu. Semoga Allah menemukanmu kita pada perbuatan-perbuatan baik dan kehilangan kita pada perbuatan-perbuatan-perbuatan maksiat.

Al-Jauzi memberi nasehat janganlah membiarkan jiwa kosong dari nasehat-nasehat yang Anda dengar dan jauhilah pikiran-pikiran busuk yang selalu membisiki Anda. Sesungguhnya nafsu laksana kuda yang liar, jika Anda pegang kendalinya, maka Anda dijamin tak akan terlempar olehnya. Demi Allah, jangan membuang percuma umur Anda dan jangan kotori jiwa Anda. Lindungilah diri Anda segera, sebelum Anda menjadi tak terlindungi.

Semoga kita dapat meraih tujuan akhir kita yaitu JANNAHNYA. Aminn…..

Selengkapnya...

Senin, 12 April 2010

Ijazah Dan Ijabsah



Bismillahirohmanirrohim…..



Sekarang sudah semester delapan.

emang kenapa dengan semester delapan???????

Ya nyusun skripsi gitu dech.

Mulailah aku mencari bahan2 skripsi ke hulu dan ke hilir , beraksi mengejar-ngejar dosen pembimbing dan semua itu butuh kesungguhan.

Tapi kok semangat ku belum juga bangkit. Ia masih nyenyak terlelap oleh kelalaian yang kemarin. Tapi sedikit demi sedikit ia sudah mulai membuka matanya. Yah. Aku yakin ia akan segera bangun dan bangkit.

Ayooo….Nia. jangan lemah. Harus semangat. Katanya ingin segera dapat ijazah dan ijabsah. Hhe

Yang ijabsah pengen banget. Ijab Qabul dan sah.

Sah …sah….sah…..(Tanya penghulu). Sah……(jawab para saksi yang sedari tadi mengikuti acara ijab qabul dengan khidmat) ^_*


Nia…..!!!! pikirannya jgn ngaco dulu. Fokus sama skripsinya. Biar yang lain ntar nyusul. (mba muth tiba2 datang dari belakang….rupanya mba muth punya indra ke enam sehingga bisa membaca pikiranku) hhe.

Iya..iya…., nih kan lagi di kamar sedang ngetik. Ngerjain skripsi. (hihi..mba muth kan gak tahu aku sedang apa di kamar. Padahal aku lagi asyik sms-an sama teman2). Sms gratis gitu loch. Klo gak di habisin kan mubazir………^_^

Hmmm….., tapi benar juga kata mba muth.

Kerjain skripsi aja dulu. Ya Allah…mudah2an penyakit malas tidak menjangkitiku saat ini. Secara penyakit itu sudah ku derita sekian lama. Sudah stadium empat malah.

Apa yach obatnya……???

Obatnya adalah RAJIN…!!!!!

Yachhh…AKU HARUS RAJIN….!!!! (teriak sekencang2nya sampai2 seisi kamarku berubah jadi kapal pecah krn syok mendengar suaraku yang cempreng). Hhe.


Pokoknya gak boleh malas…, gak boleh…., gak boleh………, gak boleeeeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhh………!!!!!

(Memandang ke laptop dan tumpukan buku2 yang menjadi bahan skripsi)……… ……..Oh skripsi…skripsi……*sambil mengusap peluh keringat di kening*


Selengkapnya...

Jumat, 18 Desember 2009

~ UNTOUCHABLE AKHWAT ~

Bismillahirohmanirrohim

Mentari lembut menyapa wajahku

Kicauan burung mengalun merdu

Awan biru secerah keadaan hatiku

Betapa indahnya Lukisan Alam mu di pagi ini ya Allah…..

Ku ucapkan syukur atas nikmat yang selalu tercurah padaku…

Alhamdulillah perang itu telah usai. Hati kembali tenang. Ya Allah semoga aku bisa mengambil ibroh dari peristiwa2 yang ku alami. Dan menjadikanku dewasa dalam berpikir. Aminnn

Aktivitas pagi ku mulai dengan riang hati. Berangkat kantor tepat waktu. Seperti biasanya setelah briefing pagi pekerjaan pun dimulai. Oh ya…di kantor kan juga punya web internal, so hobby menulis juga di salurkan di kantor. Hhe. Dasar ……., gpp lah. Berbagi ilmu dan saling menasehati dalam kebaikan adalah amar ma’ruf nahyi mungkar. Bener kan.


Sepulang kerja ku sudah janji menemui seseorang. Siapa yach…..??? Seseorang yang menurutku luar biasa. Sangat kharismatik. Mempunyai sikap yang lembut dan penuh ketegasan. Siapakah dia. Dia adalah kak Asri (tidak nama sebenarnya). Si tukang jitak. Hhe. Soalnya dia pernah jitak jidatku waktu di Mesjid Fatimah.

“kesini mau dengar ceramah ato mau ngobrol..!!!” sergahnya sambil menjitak jidatku.

Uhh..dasar si kakak. Akupun memperbaiki dudukku dan berusaha konsentrasi mendengar ceramah.

Yah begitulah dia. Tampak sekasar kulit durian tapi hatinya lembut selembut buahnya durian. Jiaaahhhh……, perumpamaan yang maksa bgetzz sih….

Tp emang bener loch, dia orangnya baik. (kedengarannya kok jadi seperti promosi gitu yach….? Waauw…..hati2 nia jgn kejadian kemarin terulang lagi. Kapok dech jadi mak comblang…..).

Hmmmm…..di hari ini kak Asri bener2 baik, buktiya dia traktir aku makan bakso, halah..palingan krn aku shaum makanya dia mau mentraktir. Dan setelah itu dia minta imbalannya. Minta nia do’ain.

“udah nia do’ain kakak??” tanyanya

“udah kak” jawabku

“Apa aja do’anya” ia kembali bertanya.

“hmm….., do’ain kakak agar kaya dan masuk syurga dan satu lagi biar cepat dapat pujaan hatinya” ucapku dgn sungging senyum yang penuh arti.

“Cuma itu aja nyo…??” tanyanya lagi

“ya itu ajalah dulu kak, besok2 kalau kak traktir nia lagi baru nia tambah do’anya” jawabku asal……hhe.

Setelah sholat maghrib kamipun langsung memesan makanan. Aku mesan bakso (makanan kesukaan) klo kak Asri mesan mie goreng.

Sambil makan kami tetap melanjutkan obrolan. Oh ya, kakak yang satu ini mmg selalu kujadikan sasaran empuk untuk curhat. Mulai dari curhat yang senang sampai yang sedih. Dia selalu mendengar uneg2ku. Pokoke nyaman dech klo curhat ma si kakak ini.

Pernah suatu saat ku bertanya ma si kakak. Pernah gak ya si kakak terjebak VMJ.

“InsyaAllah tidak pernah” jawabnya.

Subhanallah.

Ia seorang akhwat yang waro’ (berhati-hati ) dan selalu menjaga. Aku salut padanya.

Tidak di pungkiri terkadang mmg ada ikhwan suka iseng dan usil yang ingin berkenalan tapi si kakak tidak menggubrisnya. Mau itu lewat FB atopun hp. Si kakak mampu menghindarinya karena adanya Iman yang menjadi benteng di hati.

“Klo ma teman kampus dan kerja ya blh donk selagi apa yang di bahas itu mmg penting” lanjutnya lagi.

Untouchable akhwat. Yah. Akhwat yang tak tersentuh (tak tersentuh hatinya).

Subhanallah. Dalam hati ku juga berdo’a agar aku bisa sepertinya yang selalu menjaga diri dalam bergaul.

Kakak, do’akan nia agar bisa menjadi Untouchable Akhwat yach……..


Kamis, 17 Desember 2009
Nia-Samosir



Selengkapnya...

~ JIHAD NEVER ENDING ~


Nanar mata menatap hampa ….

Gundukan beban hinggap mencengkram pikiran ……..

Langkahpun lunglai menyeret asa …..

Badai letih datang mengguncang jiwa.

Menghempas , menerjang tiap sudut hatiku …

Azzam seolah luntur ..

Niat menjadi buyar……..

Haruzkah ku mundur hanya karena penat yang sesaat …???

Meninggalkan kebahagiaan yang tak ternilai harganya ……..


lama ku merenung……….

…………………………………….

…………………………………….

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..

……………………………………..


Ku usung kembali puing tekad yang berserakan …….

Kan ku nikmati jalan hidup yang telah Engkau takdirkan …..


Biarlah lelah asal tetap di jalanMu….

SELALU DAN SELAMANYA BERSAMAMU…..




KEEP SPIRIT

KEEP FIGHT

HAMAZAAAAAHHHHHH…..!!!!!!!!!!!

ALLAH AKBAR……………!!!!!!!!!!!!!!

SALAM JIHAD NEVER ENDING…..!!!!!




121209




Selengkapnya...

Kamis, 08 Oktober 2009

~ Akhwat Istimewa ~




Ia selalu menundukkan pandangan
Pakaian taqwa selalu membungkusnya rapi
Purdah senantiasa menghias wajahnya
Sejuk hati bagi siapa saja yang memandangnya

Di memorinya telah terekam sekian juz kalam ilahi
Lisan senantiasa berdzikir menyebut asmaNya
Elok nian akhlak yang di sandangnya
Sungguh rupawan hati yang selalu dijaga kesuciannya

Walaupun sekian banyak kumbang yang menatap keelokannya
Bahkan hampir mendekatinya
Ia bisa menghalau segala godaan duniawi
Ia tetap mempercayakan pilihannya hanya kepada Allah

Tak tersentuh……..
Sungguh tak tersentuh hatinya oleh kumbang manapun
Sebelum si kumbang halal baginya




Hmmmm……, bisakah aku seperti akhwat itu…?????
Ya Allah…..,
Elokkan lah akhlakku seperti akhwat itu
Hias lah lisanku hanya tuk menyebut asmaMu
Aminnn…..



26092009
By: Nia Samosir

Selengkapnya...

Terserah Allah Kapan Ngasihnya......

Bismilahirohmanirrohim

Menghadiri walimahan teman. Senang banget akhirnya teman sudah duluan merenda biduk rumah tangga. Barakallahu fiik. Senyum bahagia terpancar dari kedua mempelai. Subhanallah ketenangan dan kesejukan telah menyelimuti hati mereka. Indah sekali.

Eiittt…, nia kapan lagi. Tanya seorang teman.

Waduh ! ana gak bisa jawab tuh pertanyaannya. Kapan Allah ngasihnya saja. Sabar saja menunggu. Jawaban yang sudah sekian kali ku lontarkan bila menanggapi pertanyaan yang sama. Jangankan teman2 ,anak murid les ku saja suka menanyakan hal itu.


Hiks..hiks…., mungkin umur ku sudah tua hingga pertanyaan semacam itu sering menyerangku.

Ya ikhtiar dong kok jawabannya gitu aja komentar temanku di suatu hari.

Gini ya , bus tidak akan berhenti kalau tidak di stop. Makanya ikhtiar dong. Komentar yang lain.

ihh kata siapa bus gk berhenti kalau gk di stop. Di halte, bus itu berhenti sendiri tanpa di stop. Ku mulai ngeles. Dan dia hanya bisa memelototin aku.

Duhhhh…., bukannya gak mau usaha. Emang mesti ku kasih tahu seperti apa usahaku itu. Ngerti dong dengan keadaanku sekarang. Ku masih mau membantu ortu, dan kul ku belum selesai (hhe…aku telat kuliah, tamat smu melanglang buana dulu). Belum lagi kreditan motor, laptop dll. (OOpppssss……, kok jadi buka-bukaan gini. Ahhh ..berharap akhwat saja yang membacanya). What...!!! ternyata nia tukang kredit ya. Hwahwahahahahah. Uhhhh….., jangan kencang2 dong ngomongnya ntar banyak yang dengar. Untung gak kredit panci juga ya………hehe.

Kalau aku menikah sekarang bukannya akan menjadi beban buat calon suami aku tuh.

“wah….. ummi bawa beban kreditan , abi harus lebih giat lagi nih bekerja buat bantu ummi bayar kreditan” deeuuuuuuuhhhhh……malunya bila komentarnya seperti itu nanti.

Tuh kan……, so enjoy aja saat ini. Biar kuliahnya kelar dan kreditannya lunas dulu baru mikirin itu. gmn…??? Yang setuju ancungkan tangan. Satu.., dua…, empat puluh…., lima puluh…, tiga ratus …., tiga ribu….., wah banyak sekali yang setuju. Terimakasih…terimakasih…….

Menikah saat ini memang sudah menjadi impianku apalagi yang datang melamarku seorang mujahid yang akan membawaku berjihad di daerah konflik. Ya Allah ……keinginan yang menggebu2. Ku ingin segera berkumpul dengan para mujahidah2 di medan pertempuran. Turut dalam barisan yang akan membela kesucian Dien ini. Ya Allah semoga Engkau mendengar do’aku dan semoga Engkau mewujudkannya. Amiiinnnnnnnnnnnn……………..



By : Nia Samosir

Selengkapnya...

Sabtu, 03 Oktober 2009

Adakah kau merasakan panggilan jihad sampai ke hatimu ..???








"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan ALLAH. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (At-Taubah: 41)


Seruan ini adalah kebangkitan perjuangan bukan penimang tidur2 panjang
Seruan ini adalah gelora tekad tuk gemakan jihad seantero jagad
Seruan ini adalah desah2 kalbu nan haus akan kejayaan
Seruan ini tetap di lantangkan dengan sepenuh jiwa

Disana nyaris setiap waktu terasa hawa kematian
Dimana desingan peluru tak pandang bulu melantakkan tubuh2 yang tak berdosa
Dimana burung2 besi menghujani tanah suci Al-Quds dengan bom2nya
Memburu setiap desah nafas
Merampas nyawa secara paksa dari jasad

Tangisan pilu terus terdengar
Air mata yang tak pernah kering
Ketika setiap mujahid menjadi syahid

Adakah kau merasakan panggilan jihad sampai ke hatimu ..???








by : Nia Samosir

Selengkapnya...

Minggu, 13 September 2009

~ Tidak Kapok2 Juga ~



Bismillahirohmanirrohim

Lirik kanan kiri , merasa was-was, cemas, deg-degkan, pokoknya gak karuan dech. Apa lagi kalau dengar suara pluit. Dikira polisi yang sedang bertugas rupanya hanya seorang tukang parkir. Loh .., kenapa takut sama pak polisi. Apa sebab..???

Hmmm…hmm…, iya nih. Takut banget ma pak polisi. Padahal kan mereka aparat yang mengayomi masyarakat, kenapa mesti takut…??? Iya sih. Gini ceritanya. Dulu ana pernah kena tilang. Karena gak punya SIM. Gara-gara porboden gitu. What…..!!! seorang pembalap yang telah malang melintang di kota metropolitan Pekanbaru bisa kena tilang juga….???. hmmm…, gini loch biar ana jelasin. Emang sih ana tidak punya SIM tapi selama ini ana aman2 saja karena ana banyak tahu jalan pintas yang tidak ada polisinya. Atau mungkin hari itu emang hari naas ana.

Dari kejadian di atas ana bertekad mau buat SIM. Kapok ana klo harus mengikuti sidang lagi. Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu hingga berganti tahun. Hingga sampai saat ini SIM itu belum juga ada. Kalau pas lagi ada uang ana menunda2 nya akhirnya uang itu sedikit demi sedikit habis. Pas gak ada uang baru teringat mau membuatnya.

Dan sekarang dengar2 Polisi mengadakan razia rutin. Di lakukan selama Ramadhan ini. Semua wilayah ataupun sudut2 kota pun tak luput dari razia. Ana panik. So, harus bagaimana. Kenyataannya ana sampai sekarang belum juga punya SIM. (dasar bandel……gak jera yach sekali di sidang…??). Mendengar kabar itu barulah ana sibuk mau mengurus SIM. Walaupun telat ngurus SIM nya tapi ana harus berusaha menjadi warga Negara Indonesia yang taat peraturan. So….., sekarang mau ke POLTABES. Ngapain nia…??? Ya Ngurus SIM lah…..emang mau Shopping……hhe.










by : Nia Samosir

Selengkapnya...

Minggu, 09 Agustus 2009

MALAM BINA IMAN DAN TAQWA BUKAN MAKAN2, BINCANG2 DAN TIDUR YACH.....

Bismillahirrohmanirrohim

Dua hari bersama strong akhwat bosan juga ternyata. Hhe. Becanda wit. Piss ahhh…^_^. Kalau dekatan gini kok dia begitu membosankan ya?? Tapi bila kami berjauhan rasanya kwaaaanggeeennnnn banget. Cuihhhh…..basi taukkkkk. Hhe lagi ahh.

Dari hari sabtu dan minggu dia berada disisiku. Halahhhh. Yah kami ada agenda mabit bareng akhwat-akhwat Ar-Razi yang lain. Akhwat Ar-Razi..??? yupzz. Ar-Razi adalah nama LDK di kampus tabrani.tapi dulu sebelum di bubarkan. Loh knp dibubarkan..??? Jangan Tanya kenapa.

Dari rencana awal yang mau ikut mabit sekitar belasan orang tapi Alhamdulillah yang datang hanya delapan ekor eh maksudnya delapan orang. Tapi tak masalahlah harus tetap semangat meskipun jumlahnya sedikit.

Disebuah kos yang mungil kami memulai agenda mabit dengan sholat magribh berjamaah. Dilanjutkan baca al’matsurot dan tilawah. Setelah itu itu dilanjutkan kembali sholat isya berjamaah. Oh ya di acara mabit kemaren ada satu makhluk yang telat datangnya. Masa’ sudah adzan magribh si ukhti itu baru datang.mau tahu siapa dia..?? ah gak usahlah. Soalnya dia itu FACEBOOKER juga ntar ketenarannya malah menurun setelah berita ini di ekspose. Hhe. Sekali lagi becanda dhiyah. Pisss lagi ahh…. ^_^

Selesai isya berjamaah di lanjutkan dengan makan. Hmm…hm…,gak ongeh (sombong) ya tadi yang masak itu aku loh. (cieee..ciee…..,) alhasil ada korban satu orang setelah makan, jadi keluar masuk kamar mandi. Hihi.soalnya sayurnya kepedasan.

Tahu gak teman-teman acara kami ini memang tidak mendadak dan sudah dari jauh hari kami mencari pemateri untuk kegiatan ini, tapi waktu sore di hari H si pemateri membatalkannya karena beliau lupa kalau sudah ada janji sebelumnya dengan orang lain. Hikss..hiksss…,jadi sedih nih. Akhirnya ku putar otak untuk segera bertindak mencari pemateri yang lain. Ku telphon siapa saja mbak yang ku kenal tapi nihil dengan pemberitahuan mendadak ini akhirnya tidak ada yang bisa.

Sebagai seksi acara kugunakan kewenanganku, langsung ku todong saja salah satu ukhti yang ikut mabit juga untuk mengisi acara ini. terserah dia mau ngasih materi apa yang penting halal! Eh maksudnya yang penting bermanfaat. Walaupun sedikit yang dapat disampaikan kami membubuhinya dengan qhodoya dan problem solving.

Agenda malam ini selesai, besok jam 02.30 WIB dilanjutkan dengan Qiamullail.tapi meleset dari yang di tentukan yang ada pada bangun jam 03.00 WIB. Abiznya sewaktu mau tidur aku di ajak ngobrol sih. (di ajak ngobrol atau yang mengajak ngobrol nihhh…).
Dan setelah subuh berjama’ah kami melakukan riyadoh yaitu senam PKS Nusantara. Hihihihi.loh kenapa ketawa. Ada yang lucu sih. Masa’ riyadohnya di ruangan bukannya di luar. Di kamar lagi. Dengan keadaan kamar yang sempit otomatis tangan-tangan kami saling bertubrukan saat melakukan gerakan senam. Malah ada yang bertubrukan dengan tembok.

Saat senam ada yang merekam. Dia adalah makhluk yang terlambat tadi. Sebenarnya aku gak yakin kalau dia bisa merekam dengan baik. Lihat saja tampangnya…!!!hhe. perekam amatiran sih.

Setelah istirahat sebentar kami pun langsung bergotong royong masak sarapan pagi maksudnya gotong royong melihat si tuan rumah alias yang punya kos-an memasak nasi goreng. tidak disangka ternyata masakannya Weeenaaakkkkk Teeenaaannn. Nasi goreng special. Pokoke siippp dech. Ajib…ajibb.

Alhamdulillah mabit malam ini sangat berkesan. Ruhiyah ini terasa lega. Ukhuwah pun semakin erat. Kenikmatannya luar biasa. Itulah iman.
Semoga kami bisa mengulang hari yang indah ini. semoga saja. Aamiiinnn








by : Nia Samosir
Selengkapnya...

Minggu, 26 Juli 2009

Kegiatan KKN , Ahad 26 Juli 2009

Bismillahirrohmanirrohim

Sudah berlalu dua minggu kami melakukan KKN di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai. Dan hari ini kami pun melanjutkan program kerja yang telah kami rencanakan. Kelompok kami dibagi menjadi dua karena ada dua tugas yang harus di kerjakan. Anak cowok dari kelompok kami bergabung dengan anak cowok dari kelompok lain yang satu RW karena ada tugas mulia yang harus mereka emban saat ini. merekapun segera di kerahkan untuk membantu mengecat salah satu sekolah taman kanak-kanak yang ada di Kelurahan Limbungan. Yupi….., selamat KKN aja bapak-bapak (Kuliah Kerja Ngecat) hhe.

Tidak jauh beda dengan mereka kami pun segera melaksanakan tugas yang telah di amanahkan kepada kami. Berhubung bu’ Eli dan Ririn tidak datang akhirnya tugas mulia itu pun di kerjakan oleh kami berdua. Aku dan Dilla. KKN juga (Kuliah Kerja Ngedata). Yupzz. Kami mendata penduduk yang ada di RT 4 RW 9. Data itu akan berguna untuk pelaporan akhir KKN nanti.

Di RT 4 ada 50 Kepala Keluarga. Dan itu tersebar di tiga gang. 20 warga di jalan Limbungan, 15 warga di Gg. Pisang dan 15 warga di Gg Sawit. Dengan berpanas-pasan ria eh salah maksudnya dengan menikmati sentuhan sinar matahari siang kami pun tetap semangadh dalam melaksanakan tugas. Cieeee…., bertanggung jawab gitcu loch.

Setelah dari jalan Limbungan kami beristirahat dulu untuk ISHOMA sejenak. Habis itu lanjutkan tugas…!! Kami pun beralih ke Gg. Pisang.
Ketuk pintu salah satu warga dan tak lupa 3 S. Senyum, salam dan sapa. Halahhhh….lebay. Cukup salam doang kok. Nia nih senang menggunakan majas hiperbola ternyata.

Assalamu’aikum……, ada 2 kali salam ku ucapkan. Tp koq sepi.

Terdengar lari-lari kecil menghampiri jendela dan melihatku.
Eh adik, ibunya ada?? Tanyaku pada anak kecil itu. Mungkin anak yang punya rumah kali.

Ummi..!!! ummi..!! teriak anak kecil itu memanggil ibunya. Oh, pantes ada stiker ……….di depan rumahnya. Ku ulangi kembali salamku.

Assalamu’alaikum…

Wa’alaikumussalam wr wb , terdengar suara seorang lelaki. Mungkin ayah anak tadi. Dan benar.

Oh,, silahkan masuk. Bapak tadi mempersilahkan aku masuk.

“Sebentar ya” bapak itupun segera ke belakang memberi tahu istrinya.

Assalamu’alaikum ibu, salam ku kembali ku ulangi lagi.

Wa’alaikumussalam wr wb.

AKu langsung menyalami ibu itu dan secara spontan kami bercipika cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri *red). Padahal di tempat lain tidak ada pake acara cipika cipiki. Hmmmm…, itulah ikatan aqidah begitu kuatnya sehingga hati selalu merindukan pertemuan dengan saudaranya.

Dan segera akupun beraksi meminta keterangan data dari si ibu.
Begini bu, kami mahasiswa dari Universitas …………….yang KKN disini. Ingin mendata penduduk khususnya di RT 4 ini. data yang kami minta sesuai dengan Kartu Keluarga yang ibu punya.

Berhubung kartu keluarga ibu itu sedang di pakai untuk keperluan pembuatan akte kelahiran anaknya jadi keterangan yang di dapat secara lisan saja. Dan ku ketahui ternyata ini toh namanya Pak Alimun yang ngajar Tahfidz di SMPIT Al-Itihad Rumbai. Setelah keterangan di dapat kamipun sedikit2 ngobrol tentang ini tentang itu tapi berhubung aku sedang dinas (cieee…, dinas KKN maksudnya) aku tak berlama-lama dan segera pamit.

Masih di Gang Pisang. Dan masih tetap aku dan Dilla sebagai pengawai sensus, oopsss…bukan. Maksudnya Mahasiswa KKN yang mendata penduduk. Beralih dari satu rumah kerumah lain. Dan saat ini kami berada di rumah Bapak Khoirul Anwar. Dari satu rumah ke rumah yang lain ritual nya sama saja yaitu 3 S. halahhh. Pokoknya setiap rumah yang di kunjungi pukul rata ku panggil ibu semuanya. Dan ketika di rumah Pak Khoirul Anwar saat menanyakan tanggal, bulan dan tahun lahir istrinya ternyata dia lebih muda dari ku. Aha. Malu juga nih. Dari tadi manggil ibu padahal ku lebih tua dari dia. Tapi gpp jugalah, wong dia dah punya cah cilik sitok.

Keterangan data pun diminta. Dari keterangan itu ada hal lucu yang ku temukan. Tepatnya sih gak lucu mungkin bagi sebagian orang. Ternyata bapak khoirul Anwar dan Pak Alimun tadi adalah abang-adik. Dan istri-istri mereka juga kakak-adik. Hahahahah. Berarti kakak adik mertuanya sama. Sedikit tersenyum-senyum juga saat menulis data itu. Loch kok iso tho…??? Ya iso lah. Hhe. Sok bisa bahasa jawa nih.
Berarti keluarganya itu-itu aja dunkz. Ato besan orang tua mereka cuma itu-itu aja. Hmmmm…, ada tho yang seperti itu. yah , apapun itu kan adik-adik mereka juga tidak muhrim, jadi wajar saja menikah. Tidak ada yang salah kok dengan keterangan ini. ku saja yang heran karena baru menemukan hal seperti ini. hhe.









by : Nia Samosir
Selengkapnya...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com