Click here for Myspace Layouts

Mulailah membaca Artikel-Artikel ini dengan Bismillah
Tampilkan postingan dengan label artikel browshing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel browshing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Untuk Saudariku...

Bismillah

*********



hijab itu kado
Wahai saudariku,

Kembalilah! Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat! Kematian bisa datang kapan saja. Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan? Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat? Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang? Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang! Tidakkah kita rindu dengan surga?

Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?


Saudariku,

Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini? Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini? Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia. Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?





Duhai…

Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia? Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat? Mana yang hendak kita cari? Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…





Saudariku,

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.

Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?



Jilbab kan modelnya banyak…



*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*





Iya, saudariku.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.



Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.



“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”

“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang penting kan saya pake jilbab!”





Mmm…

Tidak seperti ini kan?



Saudariku.... ijinkan ku tuk melanjutkan suratku buatmu....





Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai beberapa persyaratan, yaitu:



1. Menutup seluruh badan



Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku nya Jilbab al Mar’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnahpendapat sunnah. Masing-masing pendapat berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak. Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula memandang saudara kita yang mengambil pendapat sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka dalam bertakwa dan berittiba’ (mengikuti) sunnah nabi. Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.



*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*



2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis

4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan bentuk tubuh

5. Tidak diberi wewangian atau parfum

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas)





“BERAT!Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup?

Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”



“RIWEH!Harus pakai kaus kaki terus.

Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”





“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self! Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa leluasa!”







Saudariku,

Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:



“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)



Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”





Mungkin setan membisikkan

“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”





Sebentar!

Apa definisi cantik yang dimaksud?

Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?



Sungguh!



Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah! Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia? Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka. Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias? Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.







Wahai saudariku,

Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.





Atau… mungkin setan membisikkan

“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”





Wahai saudariku,

Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka. Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka. Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita? Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?







Wahai saudariku,

Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.



Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.





“Riweh pake kaus kaki.”

“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”









Saudariku…

Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.



“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”

“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”









Saudariku…

Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan, Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.





Saudariku,

Jadi bukan melulu soal penampilan! Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.



Tetapi…

Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.Berhias dengan ilmu dan amal sholeh, Berhias dengan akhlak yang mulia. Hiasi diri kita dengan rasa malu! Tutupi aurat kita! Jangan pamerkan! Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.Simpanlah kecantikannya, Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya! Simpan untuk suami saja, Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.





Saudariku,

Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.



Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)



Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan, Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya, Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):





“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)



sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=158572254200989

Selengkapnya...

Selasa, 20 Oktober 2009

~ Nikmatnya Gadhul Bashor ~

Penulis: Ummu Syifa’
Muroja’ah: Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya…”

Ukhty muslimah tentunya sudah tidak asing lagi mendengar terjemahan ayat di atas, yaitu firman Allah yang terdapat pada Al-Qur’an surat an-Nur ayat 32 yang menjelaskan tentang beberapa hal, diantaranya kewajiban untuk menahan pandangan (godhul bashor).

Apa yang salah dengan pandangan? Bukannya kita diberi mata untuk memandang?? Kita memang diberi mata untuk melihat ciptaan Allah, namun semua itu ada aturannya. Kita diminta untuk memalingkan pandangan dari hal-hal yang Allah haramkan, seperti lawan jenis yang bukan mahrom.

Lalu, kenapa ya kita harus menjaga pandangan ini? Berikut ini beberapa alasannya, yaitu:
Pandangan yang liar adalah sarana menuju yang haram
Tentang keharamannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Ali, janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Hakim sesuai dengan syarat Muslim)
Membiarkan pandangan lepas adalah bentuk kemaksiatan kepada Allah
Allah berfirman dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 30, yang artinya, “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Masuknya setan ketika seseorang itu memandang
Masuknya setan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruang hampa. Parahnya, setan akan menjadikan wujud yang dipandang sebagai berhala tautan hati, mengobral janji dan angan-angan. Lalu ia menyalakan api syahwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Pintarnya lagi, setan akan menyesatkan manusia secara bertahap. Ada pepatah yang mereka pegangi; berawal dari pandangan, lalu berubah menjadi senyuman, kemudian beralih menjadi percakapan, kemudian berganti menjadi janjian, yang pada akhirnya berubah menjadi pertemuan. Begitu hebatnya setan melemparkan panah beracun pada diri kita dan setan melemparkannya secara bertahap sehingga kadang kita tidak menyadarinya. Astaghfirullah…Tidak percaya? Masih ingat dengan kisah Yusuf dan para bangsawati yang mengiris-ngiris jari ‘kan?
Pandangan tersebut akan menyibukkan hati
Seseorang yang hatinya sibuk akan menyebabkannya lupa akan hal-hal yang bermanfaat baginya. Akhirnya, ia akan selalu lalai dan hanya mengikuti hawa nafsunya.
Kita dapat merusak hati orang lain
Seringkali, pandangan seorang wanita kepada laki-laki tak hanya merusak hati si pemandang. Ketika dicampur dengan senyum, tunduk atau berbisik dengan rekannya sesama perempuan, lalu bayangan ini tertangkap oleh laki-laki yang dipandang atau yang merasa GR (gede rasa) karena merasa dipandang, pasti ada lagi hati yang rusak. Wah, hanya menambah dosa saja!!

Para pakar akhlak pun bertutur bahwa antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hatipun akan rusak dan hancur. Hati ini bagaikan tempat sampah yang berisikan segala najis. Kalau kita membiarkan pandangan lepas, berarti kita memasukkan kegelapan di dalam hati. Sebaliknya, bila kita menundukkan pandangan karena Allah berarti kita memasukkan cahaya ke dalamnya.

Allah lagi-lagi mengingatkan, masih pada surah An Nur, di ayat 35, Allah berfirman, yang artinya, “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus , yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Bila hati ini telah bersinar, berbagai amal kebaikan akan berdatangan dari berbagai penjuru, untuk dilaksanakan. Jangan sampai kita masih terus melanggar perintah-Nya karena tidak merasa diawasi oleh Allah. Bukankah Allah Maha Mengetahui apa yang kita perbuat?? Jadi, kita tinggal memilih, ingin memiliki pandangan yang terjaga atau tidak ?? Tentunya, dengan segala konsekuensi yang ada.

Ma’raji:
Tazkiyatun Nafs, Ibnu Rajab Al-Hambali, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dkk
Awas Ada Setan, Mengenal Tipu Daya Setan dan Penangkalnya , Wahid Abdussalam, Yahya Mukhtar

www.muslimah.or.id

Selengkapnya...

Akhirnya cintaku berlabuh pada Allah.....

Awalnya aku bertemu dengannya di sebuah acara yang di selenggarakan di rumahku sendiri, gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dengan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak.

Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya, akhirnya dengan pede-nya kuberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman denganku, dan Cuma mengatakan, "Maaf" dan berlalu begitu saja meninggalkanku. Betapa malunya aku dengan teman-teman yang berada di sekitarku. "ini cewek kok jual mahal banget! Padahal begitu banyak cewek yang justru berlomba-lomba mau jadi pacarku. Dia, mau kenalan saja tidak mau!" ujarku.

Dari kejadian itu aku menjadi penasaran dengan gadis tersebut. Lalu aku mencari tahu tentangnya. Ternyata dia adalah anak tunggal sahabat rekan bisnis papa. Setiap ada acara pertemuan di rumah gadis itu, aku selalu ikut bersama papa.

Gadis itu bernama nina, kuliah di sebuah fakultas kedokteran. Dia merupakan anak yang tidak suka berpesta, berfoya-foya dan keluyuran seperti cewek kebanyakan di kalangan kami. Aku pun jarang melihatnya jika aku pergi ke rumahnya. Dengan berbagai alasan yang kudengar dari pembantunya, sakitlah, lagi mengerjakan tugas, atau kecapean. Pokoknya, dia tidak pernah mau keluar. Hingga suatu hari aku dan papa sedang bertamu ke rumahnya, pada saat itu nina baru saja pulang-dengan busana muslimahnya yang rapi-, terlihat turun dari mobil, namun belum jauh melangkah dia pun terjatuh pingsan dan mukanya terlihat sangat pucat. Kami yang berada di ruang tamu bergegas keluar dan papanya pun menggendong ke kamar serta meminta tolong kami untuk menghubungi dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter, nina harus dirawat di rumah sakit. Keesokan harinya aku datang ke rumah sakit ber-maksud untuk menjenguknya, betapa kagetnya aku ketika kutahu nina terkena leukimia (kanker darah). Aku bertanya, "kenapa gadis selembut dan sesopan dia harus mengalami hal itu?" perasaan kesalku padanya kini berubah menjadi kasihan dan khawatir. Setiap usai kuliah kusempatkan untuk datang menjenguknya. Aku mendapatinya sering menangis sendirian..entah itu karena tidak ada yang menjaganya atau karena penyakit yang diderita.

Beberapa hari di rumah sakit, nina memintaku keluar setiap kali aku masuk. Aku pun mendatanginya di rumah, tapi dia tidak pernah mau keluar menemuiku dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Aku tidak menyerah begitu saja, kucoba menelpon nina dan berharap dia mau bicara denganku. Namun, dia tetap tidak mau mengangkat telpon dariku, lalu kukirimkan sms kepadanya agar dia mau menjadi pacarku, tetapi tidak ada balasan malah hp-nya dinonaktifkan semalaman. Keesokan harinya aku enkat datang ke rumahnya untuk meminta maaf atas kelancanganku. Ternyata ia akan bernagkat ke kota makassar, kampung orang tuanya. Karena orang tuanya tak dapat mengantarnya aku pun menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi nina lebih memilih naik taksi dengan alasan tidak mau merepotkan orang. Sebelum naik ke mobil dia menitipkan kertas untukku kepada mamanya.
Alangkah hancur hatiku ketika membaca sebait kalimat yang berbunyi, "maaf saat ini aku hanya ingin berkonsentrasi kuliah." hatiku remuk dan ku pulang denganperasaan kesal sekai. Ini pertama kalinya aku ingin pacaran, tapi ditolak. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan hubungan seperti pacaran itu karena begitu banyak dampak negatifnya, sampai ada yang rela bunuh diri karena ditinggalkan kekasihnya, naidzubillahi min dzalik.

Dari perpisahan itu aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai gelar sarjana aku raih. Lalu aku bekerja di perusahaan milik keluargaku sebagai satu-satunya ahli waris. Melihat ketekunanku dalam bekerja, papa nina menyukaiku hingga hubungan kami menjadi akrab dan kuutarakanlah maksudku bahwa aku menyukai nina, anaknya dan ternyata papa nina setuju untuk menjadikanku sebagai menantunya.

24 oktober 2006, bertepatan dengan hari raya idul fitri, aku dan orang tuaku bersilaturrahmi ke rumah keluarga nina dengan maksud untuk membicarakan perjodohan aku dan nina. Tapi pada saat itu nina baru di rawat di rumah sakit sejak bulan ramadhan. saat kutemui, nina terlihat sangat pucat, lemah, dan senyumnya seakan menghilang dari bibirnya. Hari itu orang tua kami resmi menjodohkan kami. Bahkan aku diminta untuk menjaganya karena orangtuanya akan bernagkat ke luar negeri. Tetapi nina tidak pernah mau meladeniku.

Suatu hari aku mendapati nina terlihat kesakitan, terlihat darah keluar dari hidung dan mulutnya. Aku bermaksud untuk membantu mengusap darah dan keringat yang ada di wajahnya, tetapi secara spontan dia menamparku pada saat aku menyentuh wajahnya. Betapa kagetnya diriku dibuatnya, aku tidak menyangka sama sekali nina menamparku. Sungguh betapa istiqomahnya dia dalam menjaga kehormatan untuk tidak disentuh oleh laki-laki yang bukan mahromnya(saat itu aku belum tahu tentang hal ini). Kejadian tersebut secara tak sengaja terlihat mama nina maka nina pun dimarahi habis-habisan hingga sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kulihat nina segera melepas infusnya dan berlari menuju kamar mandi. Nina pun mengurung diri di kamar mandi tersebut. Dengan terpaksa kami mendobrak pintu kamar mandi dan kami dapati nina tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar.

setelah sadar, aku berusaha berbicara dan minta maaf kepadanya atas kejadian tadi, namun nina terus-terusan menangis. Aku pun bertambah bingung, apa yang musti aku lakukan untuk menenangkannya. Tanpa pikir panjang aku memeluknya, tapi nina malah mendorongku dengan keras dan berlari keluar dari kamar menuju taman. Ketika kudekati, nina berteriak hingga menjadikan orang-orang memukuliku karena menyangka aku mengganggu nina. Karena itulah nina semalaman tidur di taman dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Setelah waktu subuh menjelang kulihat nina beranjak untuk melaksanakan shalat subuh di masjid, aku pun turut sholat. Namun setelah shalat tiba-tiba nina menghilang entah ke mana. Aku mencarinya berkeliling rumah sakit tersebut. Dan lama berselang kulihat banyak kerumunan orang dan ternyata nina sudah tak sadarkan diri tergeletak dengan hp berada di sampingnya, sepertinya dia barusan telah berbicara dengan seseorang. Keadaannya saat itu sangat kritis sehingga membuat pernafasannya harus dibantu dengan oksigen. Kata dokter paru-paru nina basah yang mungkin diakibatkan semalaman tidur di taman.

nina tak kunjung juga sadar. Dengan perasaan khawatir dan bingung aku berdoa dengan menatap wajahnya yang pucat pasi..

Tiba-tiba ada sebuah sms yang masuk ke hp nina, tanpa sadar aku pun membaca dan membalas sms tersebut. Aku juga membuka beberapa sms yang masuk ke hpnya dan aku sangat terharu dengan isinya, ternyata banyak sekali orang yang menyayanginya. Diantaranya adalah orang yang bernama ukhti, dulu sebelum aku mengetahui ukhti adalah panggilan untuk saudari perempuan, aku sempat cemburu dibuatnya. Aku mengira ukhti itu adalah pacar nina yang menjadi alasan dia menolakku.

Setelah nina tersadar dari pingsannya, aku menunjukkan sms yang dikirimkan saudari-saudarinya dan dia sangat marah ketika tahu aku sudah membaca dan membalas sms dari saudari-saudarinya. Dia pun akhirnya melarangku untuk memegang hp hya apalagi mengangkat atau menghubungi saudari-saudarinya.

Namun, tetap saja aku sering bersmsan dengan saudari-saudarinya untuk mengetahui kenapa sikap nina begini dan begitu? Dari sinilah aku mendapat sebuah jawaban bahwa nina tidak mau bersentuhan apalagi berduaan denganku karena aku bukan muhrimnya dan nina menolak untuk berpacaran serta bertunangan denganku karena di dalam islam tidak ada istilah seperti itu dan hal itu merupakan kebiasaan orang-orang non muslim.

Aku tahu juga nina mencari seseorang ikhwan yang mencintai karena Alloh subhanahu wa ta'ala bukan atas dasar hawa nafsu. Akhirnya aku tahu akan sikap nina selama ini semata-mata dia hanya ingin menjalankan syari'at islam secara benar. Hari berlalu dan aku terus blajar sedikit-demi sedikit tentang isalm dari nina dan saudari-saudarinya, terutama dalam melaksanakan sholat lima waktu tepat pada waktunya. Saat itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman selama menjalankannya dan menimbulkan perasaan rindu kepada Alloh subhanahu wa ta'ala untuk senantia beribadah kepadaNya. Niatku pun muncul untuk segera menikahi nina agar tidak terjadi fitnah, namun kondisi nina semakin memburuk. Dia selalu mengigau memanggil saudati-saudarinya yang dicintai karena Alloh..

Melihat hal itu aku membawanya ke kota makassar, kampung mama kandung nina untuk mempertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarullah aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada, kondisi nina semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga aku pun harus dirawat di tumah sakit.

Orang tua nina datang dan membawanya kembali ke kota makassar tanpa sepengetahuanku karena pada saat itu aku juga di opname. Di makassar, nina diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa nina kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar. Rumah sakit dan rumah yang ditempati nina dirahasiakan. Dan nina punta tahu dimanakah ia berada. Karena kondisinya masih lemah, nina pun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang satunya agar tidak tahu dimana keberadaannya, karena papanya tidak ingin ada akhwat yang menjenguk nina. Sampai-sampai hp-nya pun diambil nina. Namun, karena nina masih mempunyai hp yang dia sembunyikan dari papanya, sehingga beberapa kali nina berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, hingga akhirnya nina dikurung di dalam kamar..

Mendengar hal itu, aku langsung menyusul nina ke makassar dan aku sempat bicara dengannya dari balik pintu. Nina menyuruhku untuk menemui seorang ustadz di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan ustadz tersebut aku pun diajak ta'lim beberapa hari dan aku nginap disana. Papa nina menyangka nina telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah sakit aku jelaskan duduk perkaranya kepada papa nina, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.

Hari kamis, 24 november 2006. kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sedehana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar ustadz sekalian shalat dhuhur. Betapa senangnya hatiku, akhirnya aku bisa merasakn cinta yang tulus karena alloh subhanahu wa ta'ala. Semoga kami bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah. Wa rahmah dan senantiasa dalam ketaatan kepada alloh subahanahu wa ta'ala…doaku saat itu.

Sepulang dari mengantar ustadz, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati nina yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah. Dan tangannya terlihat ada goresan… kami langsung membawanya ke rumah sakit, di perjalanan, kondisi nina terlihat sangat lemah. Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar aku harus tetap di jalan yang diridhai-Nya sambil memegang erat tanganku karena kesakitan. Baru pertama kali ia memegang tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan nina yang terus berdzikir sambil menangis..dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya dimana?
Setibanya di RS, aku bertanya-tanya kenapa tangan nina tergores. Aku pun menulis sms kepada saudari-saudari nina. Ternyata, tangan nina tergores ketika hendak menemui saudari-saudarinya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, nina ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannnya tergores.

Nina tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau nina bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan dia tidak menyadari kalau hari telah larut malam, dia Cuma bertanya, "pengen ketemu saudariku karena sudah tidak ada waktu lagi." berhubung nina masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah beberapa saat melangkah.
Aku benar-benar kaget dan bingung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani nina. Akhirnya, aku menghubungi slaah seorang saudarinya untuk menemani.

Setelah aku dan dokter tiba, nina sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat nina tidak lagi berdaya.. Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira nina telah tiada, makanya aku segera menulis sms kepada saudari nina untuk memberitahu nina bahwa nina telah tiada. Namun, begitu dokter keluar, masya alloh! Denyut jantung nina kembali berdetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari nina tapi hpku lowbat dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga.

Jam 11.30. perasaanku mengatakan nina memanggilku, maka aku seger bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar nina. Kutatap wajah nina bersamaan dengan kumandang adzan sholat jum'at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah nina berharap dia akan membuka matanya. Begitu lafadz laailaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa nina telah tiada. Aku berteriak memanggil dokter, tapi qadarullah istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari duia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shlat jum'at, lalu doterbangkan ke rumah papanya di malaysia. Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajah nina terlihat berseri…
Aku harus merelakan semua ini, aku harus kuat dan menerima takdirNya..

Teringat kata-kata nina, "berdoalah jika memang Alloh memanggilku lebih awal dengan doa, "ya Alloh, berilah kesabaran dan pahala dari musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik.
Setelah pemakaman, aku langsung balik ke jakarta karena kondisiku yang kurang stabil.. Astagfirulloh!! Aku lupa memberitahu saudari-saudari nina (mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan), hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa nina benar-benar telah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari-saudari mereka yang mereka cintai karena Alloh subhanahu wa ta'ala. Dari ketiga saudari nina, ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, kenapa sikapnya seperti itu?

Sekiranya mereka tahu-sebelum kepergiannya, nina selalu memanggil nama mereka-..tentulah mereka semakin sedih. Dalam hp nina terlihat banyak sms yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari nina memaafkan kesalahannya dan dari ana pribadi.

"salam sayang dari nina tu kakak Rini, sakinah, aisyah serta akhwat di makassar. Teruslah berjuang menegakkan dakwah ilallah.syukran atas perhatian kalian.."
(adhit)


"ditulis ulang dari Rubrik Kisah kamu majalah elfata volume 07 tahun 2007"

Selengkapnya...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com