
Assalamu'alaikum.
Rasulullah SAW sering kali menceritakan kepada para sahabat mengenai perjalanannya, Mi'raj beliau menghadap Allah SWT. Beliau SAW sering pula menceritakan bagaimana keadaan surga yang dijanjikan Allah SWT kepada sahabat-sahabatnya.
Suatu hari ketika Rasulullah SAW dimi'rajkan menghadap Allah SWT, malaikat Jibril AS memperlihatkan kepada beliau taman-taman surga. Rasulullah SAW melihat ada sekumpulan bidadari yang sedang bercengkrama. Ada seorang bidadari yang begitu berbeda dari yang lainnya. bidadari itu menyendiri dan tampak sangat pemalu. Rasulullah bertanya kepada JIbril, "Wahai Jibril bidadari siapakah itu..? Malaikat Jibril menjawab,
" Bidadari itu adalah diperuntukkan bagi sahabatmu, Umar radhiyallahu'anhu. Pernah suatu hari ia membayangkan tentang surga yang engkau ceritakan keindahannya. ia menginginkan untuknya seorang bidadari yang berbeda dari bidadari yang lainnya. Bidadari yang diinginkannya itu berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu. karena sahabatmu itu selalu memenuhi kehendak Allah SWT, maka saat itu juga Allah SWT menjadikan seorang bidadari untuknya sesuai dengan apa yang dikehendaki hatinya."
Subhanallah.. Begitulah , Bidadari edisi Spesial itu diperuntukkan khusus, hanya buat Umar....
Bagaimana kita bisa mendapatkan "hadiah khusus" dari Allah sebagaimana yang diterima Umar? Tentu inilah rahasia yang mesti di cari dan gali. sebab Allah itu hanya menuruti persangkaan hamba-Nya. Maksudnya, kalau kita berprasangka baik banget sama Allah, maka Allah pun akan memberikan kebaikan kepada kita....demikian juga sebaliknya..
by : Andi Widodo
Selengkapnya...
Al-Qur'an Random
Jadwal Sholat ( Pekanbaru )
Category
- akidah (1)
- artikel browshing (3)
- Artikel Kiriman Teman (1)
- Coretanku (39)
- IT (3)
- Jihad (1)
- Karya Anak Ar-Razi (3)
- karya Teman (2)
- m4kna (2)
- tholabul 'ilmi (3)
blog saudara2ku
-
Disaat-saat Rasulullah Menangis… - Penulis: Asy Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Haidan Tangis Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam serupa dengan tertawanya, tidak tersedu-sedu dan tidak ber...15 tahun yang lalu
-
-
Click here for Myspace Layouts
Selasa, 13 Oktober 2009
~ Bidadari Edisi Spesial..!! ~
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
20.59
0
komentar
Label: Karya Anak Ar-Razi
Sabtu, 10 Oktober 2009
~ KOTOR ~

Assalamu’alaikum….
Dimulai dengan bismillah
Hmmm…kotor? Ne… kata yang tidak asing lagi bagi orang-orang seluruh dunia? Tapi disayangkan, kata ini pada orang-orang didunia tidak suka. Kenapa ya….??? Pa kata ini sangat sukar? Tidak juga…, truz kenapa? Terlalu panjang? Nggak juga, itu kan kata yang sangat mudah diingat. Kata ini Cuma terdiri dari 5 huruf, K-O-T-O-R. Iya kan? Betul…3x
Jadi…jadi apa dunk? Bingung deh…jadi bingung. Dipikir dulu ya…bentar ya, ahahah…pa ini ide bagus, gimana kalo kita cari tahu pake kamus Bahasa Indonesia. Ide yang bagus dan mantap kan! Ayo mulai mencarinya…ayo antum semua mari kita cari, ato kita cari melalui internet…itu juga bagus…kita buat kenapa ya…insane didunia tidak menyukainya.oke kita mulai mencari…lets go.
Lagi menunggu jawaban dari plend semuanya. Enaknya ngapain ya…? Hey ukhti kenapa tidak mencari juga? Opppsss…afwan, emanglah ana ini TB(tinggal bersih) za maunya. Hehehe…iya ana cari deh. Stopp…tunggu dulu yar ana jawab sendiri, kenapa ya orang-orang seluruh dunia tidak suka? Ana tahu. Kata KOTOR ini ana bisa artikan, kotor itu diartikan tidak bersih, cemar, jorok, menjijikan. Ohhh…pantasin za orang-orang pada tidak suka. Itu toh jawabannya.
Ehh…ana dapat ide nih! Dengan kata KOTOR ini, bisa jadi sebuah pelajaran buat kita semua. Buat menyadarkan kita semua. Yang selama ini yang kita tidak sadari makna dari kata KOTOR ini. Tahu gak plend-plend ana semua? Begini plend.
Plend semua pasti punya baju! Iya kan. Ya iya la. Kalo tidak punya baju, pa yang kita kenakan untuk menutup aurat kita ini? Pasti punya barang-barang yang disenangi, yang dimiliki dari hasil jerih payah kita! Ya iya la. Pasti punya rumah! So…pasti. Jadi kalo gak punya, mau dimana tinggal tempat berteduh dari terik matahari dan hujan. Ohhh iya plend…tapi coba ana kotorin rumah plend semua…pasti plend marah, ato rumah plend kotor, pasti plend gak tenang memandangnya. Truz plend pasti bersihin rumah. Iya kan!
Truz da lagi plend, kita lagi mau memakai baju yang baru. Tiba-tiba mata ini tertuju disebuah titik berwarna pa za, berupa noda yang menjijikan. Pasti kita semua tak mau memakai, tunggu dicuci dulu. Iya kan!
Contoh yang lain lagi misalnya barang-barang yang kita senangi ato yang kita miliki. Andainya tu barang kotor. Pasti kita semua tidak mau lagi memiliknya, ato kita bersihkan dulu. Kenapa begitu ya….
Pa yang dapat dipelajari, ada koq pelajaran dari semua itu. Tu kan barang-barang yang kita miliki. Barang-barang tu kan kotor, sebelum dibersihakan pasti kita gak mau mengenakannya seperti baju, ato tidak mau memilikinya lagi.
Tapi INGAT….! Kenapa hati kita ini kalo kotor dan jorok, kenapa gak langsung kita bersihkan? Seperti barang-barang yang kita miliki. Kenapa mesti barang-barang yang kita miliki ini mesti yang didahulukan? Pa gak sepantasnya yang dahulu itu hati kita ini. Yang penuh dengan kotoran-kotoran yang sangat menjijikan, penuh dengan kemaksiatan, dan niat yang tidak baik. Ihhh….JOROK BANGET. Betul gak?
Kenapa hati ini gak kita perlakukan seperti barang-barang yang kita miliki. Yang kita dahulukan untuk dibersihkan dari unek-unek yang tidak baik. Kalo hati kita bersih, pasti perasaan kita senang dan sejuk dan orang-orang yang menilai sangat senang. Andainya baju kita bersih, gimana perasaan kita?
AYO….AYO…LETS GO bergerak untuk bersihkan hati kita ini, dari pa za yang akan bisa menodainya. Jangan sampai ada setitik noda ya. Dalam bentuk apapun. Tapi pake pa ya kita membersihkan biar kinjlong kembali seperti bayi yang baru lahir. Plend tahu semua kan, kalo bersihkan baju pake pa? pasti pake deterjen ato pemutih bagi baju yang putih. Kalo hati kita ini biar putih dan jernih yang bisa membersihkannya adalah DENGAN KEMBALI KEPADA YANG SANG PENCIPTA. Dengan beriman kepada-Nya. Yang lebih jelas Iman Kepada ALLAH.
Coba kita belajar dari kata KOTOR ini. Ohh…tahu gak lagu Aa Gym yang judulnya, Jagalah Hati.
Jagalah hati, jangan kau nodai
Jagalah hati, lentera hidup ini
Gimana tu plend Aa Gym za menyeruh kita bersihkan hati, kembalikan putih dan jernih. Cuma satu titik yang ada di hati, yaitu ALLAH SWT.
Ada satu yang dapat bisa kita pelajari lagi, untuk memperjelas semuanya. Coba dari sebuah buku, kita semua pasti punya buku, pa warna buku tu? Pasti putih kan. Pa guna buku tersebut, pasti untuk nulis! Benar kan. Buku itu untuk nulis yang kita telah pelajari, pasti itu ilmu. Andaikan ini kita nulis dengan senangnya tiba ada yang menghalangi kita nulis. Langsung kita marah dan membersihkannya. Kenapa hati ini sudah putih bersih, diisi dengan kalimat-kalimat yang mulia, senandung-senandung untuk-Nya. Truz terkotori, kenapa mesti menunudanya untuk membersihkannya. Kalo ditunda-tunda untuk membersihkan, makin lama tu kotoran pasti membesar. Jangan pernah menunda-nundanya ya…..
Mari….ayo cepat kerjakan untuk membersihkannya…hati itu sangat berharga dari pada barang yang kita miliki. Bersihkan…ayo bersihkan. Lakukan segera.
Semoga pa yang ana terangkan ini, kita semua memdapatkan ibrohnya. Dan sebagai untuk merenungkan yang selama ini kita perbuat.
Wassalam….
by : Wita Yulianti Alias Strong Akhwat (Fak. Teknik Informatika Unv. Abdurrab/Tabrani)
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
19.48
0
komentar
Label: Karya Anak Ar-Razi
Jumat, 09 Oktober 2009
~ PERMINTAAN IBU ~

"Hanya kamu harapan Ibu, sungguh aku hanya berharap padamu..." kata Ibuku dengan nada sedih. Matanya yang semula berkaca-kaca kini nampak mulai ada air jernih yang menetes. Ya Allah, jangan buat dia bersedih, aku paling tak tega melihatnya menangis.
Malam itu kami hanya berdua di kamar ibuku di kampung halaman sana. Kebetulan aku beserta keluarga sedang mudik karena ada tasyakuran pernikahan adik bungsuku.
Setiap aku mudik, aku selalu meluangkan waktu untuk bermesraan dengan ibuku. Berduaan, saling curhat dan saling berbagi rasa suka dan duka. Momen-momen intim seperti inilah yang selalu kurindu.
Seperti malam itu, ketika tamu-tamu sudah pulang. Tinggal badan yang kecapekan karena seharian bahkan sejak beberapa hari sebelumnya sibuk menyiapkan segala macam urusan tasyakuran, kami berdua sambil tidur-tiduran di kamar ibu mulai saling curhat. Lebih banyak ibu yang curhat dan aku sebagai pendengar setia.
Ibuku yang kuyakin amat sangat capek kala itu bahkan masih mampu memijit dan 'ngerokin' badanku. Aku hanya suka dipijit atau dikerokin oleh ibu, lain tidak. Kerokan ibu sungguh sangat halus dan lembut. Tak pernah membuatku merasa kesakitan sama sekali, sebaliknya justru membuat badanku yang masuk angin langsung sembuh.
Glekkk. Oh ibu, sedih nian.
Mungkin aku tak sesempurna yang ibu bayangkan. Tapi aku memang selalu berusaha untuk senantiasa mendoakan mereka setiap hari.
"Tahu kan nak bahwa setelah ibu meninggal nanti, hanya doa anak-anak shaleh/shalehah lah yang kan mampu menjadi penolong..." lanjutnya mengulang nasehat yang selalu diulang-ulang baik melalui telpon maupun di saat intimate momen seperti ini.
"Iya bu.." aku mengangguk. Meski telah beratus kali atau bahkan ribuan kali aku mendengarnya namun aku tak pernah merasa bosan dengan nasehat ibu.
"Ibu nggak pernah berharap balasan apa-apa dari kalian, ibu hanya ingin didoakan..itu saja..." katanya.
See... that simple! permintaan sesederhana itu apakah kamu masih berat juga memenuhinya.. bisik suara batinku. Bukankah pengorbanan beliau jauh..jauh lebih berat dari itu sejak dari mengandungmu, membiaya sekolahmu, mengasuhmu dan bahkan menjadi tempat sampah curahan hatimu ketika kamu sudah berumah tangga sendiri... lanjut suara batin itu terus menggema dalam relung hatiku.
"Insya Allah bu.. saya akan selalu mendoakan, ingatkan bila suatu saat terlupa.." jawabku menenangkan ibu. Tampak segurat senyum di bibir tuanya yang mulai keriput. Dia beringsut, aku memeluknya dalam haru.
Sungguh ibu, aku berjanji takkan pernah melupakan satu-satunya permintaanmu ini. Ya Allah, ingatkan aku bila suatu saat aku terlupa..
Kiriman dari Andi Widodo
Moga bermanfaat
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
23.27
0
komentar
Label: Artikel Kiriman Teman
Kamis, 08 Oktober 2009
RAHMAT ORANG JATUH CINTA

Ku mulai dengan Bismillah, segala puji bagi Allah swt. Pemelihara semesta alam . shalawat dan salam semoga tetap tercurah buat baginda Rasulullah SAW,keluarga dan para sahabatnya.
Cinta suatu kata2 yang tak asing lagi bagi kita, bahkan merupakan suatu kata2 yg sering membuat setiap anak adam mabuk dengannya. Bahkan orang yang sedang dimabuk cinta mengeluh derita rindu yang dialaminya “ Aduhai sekiranya aku menanggung semua kerinduan yang mereka alami sendirian, tentulah hatiku merasakan nikmatnya semua kecintaan yang belum pernah dirasakan oleh seorang pun yang dimabuk rindu dan sesudahnya”
Inilah kira2 gambaran orang yang dilanda cinta dan dimabuk rindu, yang membuatnya bisa merangkai kata2 bak pujangga
Namun dari mana kita tahu bahwa dia sedang keasmaran dan dipenuhi rindu? Banyak hal yang dapat kita lihat, dari sikap tingkah lakunya, gerak-geriknya dan ucapannya, semuanya tercermin adanya cinta dalam dirinya. Inilah adalah rahmat yang diberikan Allah kepada Hamba-Nya bahwa dia dikaruniai dan memiliki cinta, yang menjadikan hatinya lembut dan perasaannya halus.
Namun cinta bagaimanakah dari segala cinta yang ada, yang dikatakan sebagai Rahmat Allah dan merupakan Karunia-Nya? Dia adalah cinta yang hadir Karena Allah swt
Sebagaimana Firman Allah dalam surat Ali Imran (3): 159 yang artinya
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu,, ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekat, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang2 yang bertawakkal kepada-Nya ”.
Adapun sarana yang bisa kita tempuh untuk menggapai kecintaan Allah swt, adalah:
1.Senantiasa hidup bersama petunjuk Al-qur’an
Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw, bersabda yang artinya:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang-orang yang membacanya. ”
Dalam hadits lain juga diriwayatkan Imam Bukhari dan Anas r.a, Rasulullah bersabda yang artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Maksud dari hadits diatas adalah bahwa orang yang terbaik, termulia dan teragung diantara kita semua adalah mereka yang hidup dengan bimbingan Al-qur’an.
Jadi, sebab pertama dan yang paling utama sebagai sarana yang bisa diprgunakan oleh seorang hamba Allah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt, adalah membaca Al-Qur’an secara berulang-ulang, hidup dibawah naungan Al-qu’ran, merenungkan kandungan Al-Qur’an, dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan di alam semesta.
Semoga kita termasuk kedalam orang2 yang mendekatkan diri demi cinta yang hakiki dengan banyak membaca, mengamalkan Al-Quran. Karena tidak ada cinta yang abadi selain cinta dari Allah swt.
2.Menghilangkan keterikatan hati dengan segala aksesoris dunia
Hal ini dapat dilihat dri hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah yang bersumber dari sahal bin Sa’ad, ia berkata,” seorang lelaki datang kepada rasulullah saw, dan bertanya: ‘ Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang jika aku melakukannya , aku akan meraih kecintaan Allah swtdan juga kecintaan manusia,’Rasulullah saw menjawab: “ Berpalinglah (dari gemerlapnya dunia) maka Allah swt, akan mencintaimudan berpalinglah dari apa yang dimiliki manusia, maka mereka akan mencintaimu.”
Untuk itu, jika seorang hamba ingin meraih cinta kasih Allah dan juga hamba-hamba-Nya, maka jalan yang bisa ditempuhadalah dengan mengosongkan hati atas segala keinginan untuk menumpuk kekayaan dan menjauhkan diri dari sifat hasad (iri) terhadap karunia yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
3.Mendirikan shalat dikeheningan malam (qiyamul lail)
Allah swt, menjelaskan orang2 yang beriman dari kalangan ahlul kitab, dalam firman-Nya Allah swt menyebutkan yang artinya:
“Mereka itu tidak sama; diantara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).”
Allah swt. Memuji mereka yang melantunkan al-Qur’an dikeheningan malam. Rasulullah juga menganjurkan kepada umatnya untuk melaksanakan QL meskipun hanya dua rakaat.
Rasulullah saw. Menganjurkan kepada kita untuk melaksanakan QL agar kita termasuk orang2 yang ingat kepada Allah swt. Pada malam itu. dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, abu Hurairahr.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda yang artinya:
“Allah swt. Turun ke langit bumi pada sepertiga malam, lantas allah swt, berfirman, adakah diantara manusia yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan penuhi permintaannya? Adakah orang yang memohon ampunan-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang mengajukan permohonanya kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan permohonannya?”
Alangkah indahnya apabila kita menjadikan setiap perjalanan kita untuk memikirkan kebesaran Allah swt., sehingga setiap kali kita melewati pepohonan yang hijau, seakan-akan pohon itu berucap: la ilaha illallah.
Ini merupakan sarana yang sangat potensial sekali untuk menanamkan kecintaan kita kepada Allah swt., yang telah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini sebagai suatu tanda kebesaran-Nya, dengan kebesaran-Nya kita dapat menjadikan diri ini menjadi lebih dekat dan lebih mencintai-Nya
Semoga shalawat dan salam tetap tercurah buat baginda Rasulullah, keluarga, sahabat, dan orang-orang beriman yang selalu meniti jalan mereka menuju cinta yang hakiki yaitu cinta Allah swt.
by : Tri Wiyanti (Fak. MIPA Abduurrab)
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
19.36
1 komentar
Label: Karya Anak Ar-Razi
~ Akhwat Istimewa ~

Ia selalu menundukkan pandangan
Pakaian taqwa selalu membungkusnya rapi
Purdah senantiasa menghias wajahnya
Sejuk hati bagi siapa saja yang memandangnya
Di memorinya telah terekam sekian juz kalam ilahi
Lisan senantiasa berdzikir menyebut asmaNya
Elok nian akhlak yang di sandangnya
Sungguh rupawan hati yang selalu dijaga kesuciannya
Walaupun sekian banyak kumbang yang menatap keelokannya
Bahkan hampir mendekatinya
Ia bisa menghalau segala godaan duniawi
Ia tetap mempercayakan pilihannya hanya kepada Allah
Tak tersentuh……..
Sungguh tak tersentuh hatinya oleh kumbang manapun
Sebelum si kumbang halal baginya
Hmmmm……, bisakah aku seperti akhwat itu…?????
Ya Allah…..,
Elokkan lah akhlakku seperti akhwat itu
Hias lah lisanku hanya tuk menyebut asmaMu
Aminnn…..
26092009
By: Nia Samosir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
19.35
0
komentar
Label: Coretanku
Terserah Allah Kapan Ngasihnya......
Bismilahirohmanirrohim
Menghadiri walimahan teman. Senang banget akhirnya teman sudah duluan merenda biduk rumah tangga. Barakallahu fiik. Senyum bahagia terpancar dari kedua mempelai. Subhanallah ketenangan dan kesejukan telah menyelimuti hati mereka. Indah sekali.
Eiittt…, nia kapan lagi. Tanya seorang teman.
Waduh ! ana gak bisa jawab tuh pertanyaannya. Kapan Allah ngasihnya saja. Sabar saja menunggu. Jawaban yang sudah sekian kali ku lontarkan bila menanggapi pertanyaan yang sama. Jangankan teman2 ,anak murid les ku saja suka menanyakan hal itu.
Hiks..hiks…., mungkin umur ku sudah tua hingga pertanyaan semacam itu sering menyerangku.
Ya ikhtiar dong kok jawabannya gitu aja komentar temanku di suatu hari.
Gini ya , bus tidak akan berhenti kalau tidak di stop. Makanya ikhtiar dong. Komentar yang lain.
ihh kata siapa bus gk berhenti kalau gk di stop. Di halte, bus itu berhenti sendiri tanpa di stop. Ku mulai ngeles. Dan dia hanya bisa memelototin aku.
Duhhhh…., bukannya gak mau usaha. Emang mesti ku kasih tahu seperti apa usahaku itu. Ngerti dong dengan keadaanku sekarang. Ku masih mau membantu ortu, dan kul ku belum selesai (hhe…aku telat kuliah, tamat smu melanglang buana dulu). Belum lagi kreditan motor, laptop dll. (OOpppssss……, kok jadi buka-bukaan gini. Ahhh ..berharap akhwat saja yang membacanya). What...!!! ternyata nia tukang kredit ya. Hwahwahahahahah. Uhhhh….., jangan kencang2 dong ngomongnya ntar banyak yang dengar. Untung gak kredit panci juga ya………hehe.
Kalau aku menikah sekarang bukannya akan menjadi beban buat calon suami aku tuh.
“wah….. ummi bawa beban kreditan , abi harus lebih giat lagi nih bekerja buat bantu ummi bayar kreditan” deeuuuuuuuhhhhh……malunya bila komentarnya seperti itu nanti.
Tuh kan……, so enjoy aja saat ini. Biar kuliahnya kelar dan kreditannya lunas dulu baru mikirin itu. gmn…??? Yang setuju ancungkan tangan. Satu.., dua…, empat puluh…., lima puluh…, tiga ratus …., tiga ribu….., wah banyak sekali yang setuju. Terimakasih…terimakasih…….
Menikah saat ini memang sudah menjadi impianku apalagi yang datang melamarku seorang mujahid yang akan membawaku berjihad di daerah konflik. Ya Allah ……keinginan yang menggebu2. Ku ingin segera berkumpul dengan para mujahidah2 di medan pertempuran. Turut dalam barisan yang akan membela kesucian Dien ini. Ya Allah semoga Engkau mendengar do’aku dan semoga Engkau mewujudkannya. Amiiinnnnnnnnnnnn……………..
By : Nia Samosir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
19.31
0
komentar
Label: Coretanku
Sabtu, 03 Oktober 2009
Adakah kau merasakan panggilan jihad sampai ke hatimu ..???





"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan ALLAH. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (At-Taubah: 41)
Seruan ini adalah kebangkitan perjuangan bukan penimang tidur2 panjang
Seruan ini adalah gelora tekad tuk gemakan jihad seantero jagad
Seruan ini adalah desah2 kalbu nan haus akan kejayaan
Seruan ini tetap di lantangkan dengan sepenuh jiwa
Disana nyaris setiap waktu terasa hawa kematian
Dimana desingan peluru tak pandang bulu melantakkan tubuh2 yang tak berdosa
Dimana burung2 besi menghujani tanah suci Al-Quds dengan bom2nya
Memburu setiap desah nafas
Merampas nyawa secara paksa dari jasad
Tangisan pilu terus terdengar
Air mata yang tak pernah kering
Ketika setiap mujahid menjadi syahid
Adakah kau merasakan panggilan jihad sampai ke hatimu ..???
by : Nia Samosir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
02.47
0
komentar
Label: Coretanku