
Bismillahirrohmanirrohim
Hari pertama mengajar di SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) I’AANATUTH THALIBIIN ya lumayan asyik karena hari ini ana mengajar di kelas putri. Hmmm…, ada yang bingung ya dengan profesi ana..??? iya kan….., ngaku aja lagi. yupzz!! Ana bingung nih…coba jelaskan emang pekerjaan ukhti apa sih..??? nah gitu dong. Biar ana jelaskan ya….., tapi bentar ana ke kebelakang dulu gak lama kok paling Cuma 2 jam…,(kelamaaaaaannnnnnnnn niaaaaaa……!!!), hehe Emosi ya……
Pekerjaan ana sebenarnya Tata Usaha dan kini merangkap jadi guru. Mengajar ini hanya untuk sementara karena menggantikan Ustadzah Neni yang sedang cuti melahirkan. Tahu tidak apa saja bidang studi yang di ajarkan..?? PAI (Pendidikan Agama Islam, Qiro’ati dan Tahfidz). Gak nyambung banget ya dengan jurusan kuliah ana. Tapi Insya Allah ana bisa kok mengajar PAI kan ana ikut ngaji (LIQO) jadi malah semakin mudah membuat pemahaman ke pada anak muridnya. Qiro’ati! Ya kalau Qiro’ati tahu sih hukum-hukumnya tapi untuk mempraktekkan panjang pendeknya suara ana terlalu bagus, bagus sekali malah alias cempreng. Hehe. (harus banyak belajar lagi nih….), dan kalau Tahfidz gimana?? Hehe…., heheh…(di Tanya kok ketawa???) jadi malu nih. Soalnya hapalan mereka sudah beranjak ke juz 29 sementara ana masih aman-aman saja di juz 30. (ih gak malu masa’ ustadzahnya hapalannya di situ-situ aja), alhasil ketika muridnya menyetor hapalan juz 29….., Al-Qur’an telah stanby di tangan.
Hari berikutnya mengajar di kelas III Putra. Tahu apa yang terjadi..?? hampir saja pita suara ana keluar dari tempatnya karena ana harus mengeraskan suara untuk membuat keadaan kelas tenang. Seketika mereka memang tenang. Tapi itu tidak bertahan lama , silaf sedikit kelas kembali gaduh. Waduhh…, memang untuk menangani kelas Putra butuh energi yang ekstra, beda dengan murid kelas putri yang bila di beritahu sekali langsung mengerti. Kalau gitu butuh strategi nih bagaimana caranya menghadapi kelas putra agar mereka bisa tenang dalam belajar. Dan ternyata memang bukan ana saja yang merasakan itu, ustad dan ustadzah yang lain juga merasakan kalau kelas Putra memang lebih menonjol kebandalannya.
Yah…..,kami para ustad dan ustdzah hanya bisa mendo’akan agar murid-murid kami bisa menyadari kesalahannya dan mau bersemangat untuk belajar. Ketahuilah anak-anak do’a kami tak hentinya untuk antum semua, agar antum menjadi anak yang berguna bagi agama dan bangsa.
Terutama yang kelas VI jangan pernah mengeluh,, bosan ataupun jenuh dalam belajar. UASBN sudah dekat persiapkan diri antum semua, siapkan amunisi untuk menghadapi perang (UJIAN AKHIR).
GAK BOLEH MALAS…., GAK BOLEH MALAS….GAK BOLEH MALAS……., GAAAAKKKKK BOLEHHHHH….!!!!!!
HAMASAH…………..!!!!!!!!!!
ALLAH AKBAR……..!!!!!!!!!!
Jum’at , 20 Maret 2009
By : Nia Samosir
Selengkapnya...
Al-Qur'an Random
Jadwal Sholat ( Pekanbaru )
Category
- akidah (1)
- artikel browshing (3)
- Artikel Kiriman Teman (1)
- Coretanku (39)
- IT (3)
- Jihad (1)
- Karya Anak Ar-Razi (3)
- karya Teman (2)
- m4kna (2)
- tholabul 'ilmi (3)
blog saudara2ku
-
Disaat-saat Rasulullah Menangis… - Penulis: Asy Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Haidan Tangis Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam serupa dengan tertawanya, tidak tersedu-sedu dan tidak ber...15 tahun yang lalu
-
-
Click here for Myspace Layouts
Jumat, 20 Maret 2009
TU + GURU
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
19.08
1 komentar
Label: Coretanku
Jumat, 13 Februari 2009
Kuliah dan Kerja

BISMILLAHIROHMANNIRROHIM
Hmmm….,lama gak nulis nih ternyata kangen juga. Ya walopun mungkin tulisan ini gak ada yang baca. Paling tidak diri sendiri yang membacanya, siapa tahu tulisan ini bisa membuat si penulis sadar akan satu hal. Semoga aja.
Ya Allah, dulu ketika aku belum bekerja aku sangat ingin bekerja walaupun ada sedikit keraguan di hati ini, bagaimana nantinya aku akan membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Tapi aku tetap berusaha mencari pekerjaan dan berjanji di hati untuk bisa membagi waktu antara kuliah dan kerja nantinya bila sudah dapat pekerjaan. Dan aku pun tak pernah berhenti memohon kepada-Mu di sepertiga malam-malam ku. Dengan khusyuk dan berlinangan air mata aku selalu berharap Engkau mengabulkan do’aku.
Memang aku sangat membutuhkan pekerjaan, kalau tidak kuliahku yang akan terancam putus. Ya Allah aku sangat ingin bisa menyelesaikan kuliahku ini. Aku gak mau kuliahku kandas sampai disini hanya karena biaya.
Usahaku pun terjawab sudah. Pertolongan Allah itu amat dekat, Allah maha pengasih kepada setiap hamba-Nya yang betul-betul mau berusaha. Aku di terima bekerja sebagai Tata Usaha di SDIT I’AANATUTH THALIBIIN di Perawang Kec. Tualang.
Syukur Alhamdulillah kuucapkan pada-Mu Ya Allah. Hati ku senang tak terkira. Dengan riang hati, kumulai hari-hari ku. Walaupun jarak yang kutempuh antara rumah dan tempat kerja amat jauh tapi aku tetap semangat. Bayangkan jarak yang harus ku tempuh lebih kurang 60 km dan aku menempuhnya setiap minggu karena aku harus kuliah. Capek…..??? untuk saat ini aku masih enjoy saja melakoni kedua rutinitas itu.
Lesu , letih, lemah dan tak bersemangat……, akhir-akhir ini melandaku. Ya Allah ada apa dengan diri ini. Belajar pun mulai malas, dikampus mulai tak fokus lagi saat dosen menerangkan. Ku mulai ragu akan hasil UAS ku kali ini. Aku sudah bisa memprediksikan bahwa IP ku semester ini akan hancur. Astaghfirulloh ……, kenapa aku lupa akan janjiku untuk tetap menyeimbangkan apapun kegiatanku. Aku telah lengah terhadap janjiku.
Aku menyesal telah melakukan kesalahan……, mulai saat ini aku harus meluruskan dan memperbaharui niatku lagi. Aku harus bisa bertanggung jawab atas apa yang ku jalani dalam hidup ini.
TARGET DAN PRIORITAS KE DEPAN ADALAH AKU HARUS LEBIH FOKUS PADA KULIAHKU, HARUS BISA MEMPERBAIKI NILAI-NILAI KU. DAN SEMOGA BISA LULUS TEPAT WAKTU. AAMIINNNNNNNNN.
by : Nia Sayyida
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
18.41
0
komentar
Label: Coretanku
Sabtu, 17 Januari 2009
Ada Cinta yang Ku Rindu

Bismillahirohmanirrohim
Rindu……………
Ku tak mengerti kenapa rasa itu bisa hadir di hatiku
Rindu pada siapa???
Pada Ibu, kakak atau adek???
Hmmm…., setiap saat ketemu kok dengan mereka.
Jadi untuk siapa di alamatkan rindu ini??? Hatiku bertanya-tanya.
Semakin ku coba mengacuhkannya, semakin kuat pula rasa itu
Sulit aku untuk menepisnya begitu saja
Ohhh…, ingin sekali ku menjerit hanya sekedar menarik nafas
Rinduku tak terbendung lagi………
Ku mencari apa sebabnya …..
Ku coba selidiku hatiku………
Ada apakah gerangan…..????
Akhirnya ku menemukan jawabannya……….
Akhirnya ku dapat mendeteksinya…………….
Belahan jiwa, dambaan hati, separuh nafas, pasangan hidup.
Hah…!!! Apa …!!!
Ternyata aku telah merindukan kehadirannya di sisiku
padahal siapa dia dan dimana dia akupun belum tahu...
Loh kenapa hatiku duluan yg merasakannya..,
sedangkan aku tak pernah terpikir tentang pendamping hidup
masih jauh sekali………………
Bukankah aku masih kuliah…..???
Bukankah aku masih harus bekerja dulu….??
Bukankah aku harus membantu keluarga dulu..???
Ku gak tahu ….
Dapatkah aku membendung rindu ini…..?????
Ahh…rasanya rindu ini sudah meluap-luap
ingin segera di luahkan..
Ingin segera di obati……..
Semoga aku bisa sabar…….
Semoga aku bisa tetap menjaga hati ini dlm menantinya
Ku berharap kami di pertemukan dalam keberkahan
Ku berharap dia ridho menerimaku apa adanya
Ku berharap dia bisa jadi pemimpinku dalam membina rumah tangga cinta
Hanya padaMu lah ya Allah …
Ku titipkan salam rindu ini untuknya….
by : Nia Samosir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
18.46
3
komentar
Label: Coretanku
Rabu, 14 Januari 2009
Ukhti...bolehkan aku meminta fotomu?

Ukhti,... sebelum tiba ke dalam gerbang pernikahan biasanya engkau akan mengalami ihwal melihat calon pasanganmu. Baik si dia maupun engkau masing-masing ingin tahu lebih banyak tentang calon yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dan..., memang itu tidak salah bahkan Islam menganjurkan agar calon suami ukhti melihat dirimu, karena agama kita ini adalah agama yang hanif yang tidak memuat kecurangan ataupun membuat rugi pemeluknya, maka engkau akan melihat betapa sempurnanya dienmu ini.
Bila masa itu tiba, dan engkau ingin dilihat olehnya, maka persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya biarkan ia melihatmu, jangan engkau tutupi segala kekurangan yang ada padamu karena itu akan membawa penyesalan nantinya. Adapun kelebihan yang ada pada dirimu maka pertahankanlah, jadilah dirimu sendiri, inilah aku apa adanya, semoga engkau menjadi suka padaku karena Allah semata.
Tapi terkadang diantara engkau ya ukhti..., dihadang pada suatu masalah ketika calonmu jauh darimu sehingga ia tidak bisa melihatmu secara langsung. Maka ia akan meminta foto dirimu. Agar bisa melihatmu dengan lebih dekat dan lebih pribadi. Atau terkadang diantara calon yang ingin melamarmu walaupun sudah melihatmu tapi masih juga menginginkan foto dirimu, maka apa yang akan engkau lakukan?
Ketika calonmu mengatakan, Ya ukhti, bolehkah aku meminta fotomu?
Tunggu dulu jangan engkau beri jawaban, iya.... karena dengan alasan ia ingin menikahimu maka engkau begitu mudah untuk memberikannya. Bagaimana kalau ia tidak jadi menikahimu? Bisakah engkau meminta fotomu kembali? Apakah engkau yakin ia bisa menjaga amanah untuk tidak memperlihatkan fotomu kepada orang lain selain kedua orang tuanya? Ah, mungkin kau berfikiran... inikan hanya sebuah foto! Masalah kecil... Coba baca keterangan ulama tentang masalah ini agar hatimu tenang dan engkau tidak membuat kesalahan yang fatal.
Ukhti muslimah, sebelum aku menjelaskannya kepadamu..., maka wajib bagimu untuk mengetahui secara detail tentang hukum memandang ini (nazhar). Berangkat dari sebuah hadits mulia yang disampaikan oleh sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini, siapa lagi kalau bukan beliau Nabi kita Muhammad SAW bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang wanita sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya." (HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir Radhiyallahu anhu).
Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah dari Mughirah bin Syu’bah bahwasanya ia melamar seorang wanita maka Rasulullah bersabda: "Lihatlah ia karena itu lebih melekatkan kalian berdua."
Dan, diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah ra bahwasanya seorang pria melamar seorang wanita, lalu beliau bertanya, "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia berkata: "Belum". Beliau bersabda, "Pergilah dan lihatlah ia."
Dari hadits-hadits diatas dapat kita fahami bahwa islam mensyariatkan calon suami untuk melihat wanita yang akan dinikahinya. Karena sungguh faidahnya yang besar yaitu akan membawa kepada kedekatan diantara kedua belah pihak. Masing-masing akan tahu kelebihan dan kekurangan calon pasangannya.
Tentang masalah memandang ini maka engkau akan dapati perbedaan pendapat dikalangan ulama. Menurut jumhur ulama, "Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang dilamarnya, akan tetapi mereka tidak diperbolehkan melihat kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya." Sedangkan Al-Auza’i mengatakan: "Boleh melihat pada bagian bagian yang dikehendaki, kecuali aurat." Adapun Ibnu Hazm mengatakan: "Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang hendak dilamarnya." Bersumber dari Imam Ahmad, terdapat tiga riwayat mengenai hal lain. Pertama, seperti yang diungkapkan jumhur ulama. Kedua, melihat apa-apa yang biasa terlihat. Ketiga, melihatnya dalam keadaan tidak mengenakan tabir penutup (jilbab).
Jumhur ulama juga berpendapat: "Diperbolehkan melihatnya, jika ia menghendaki tanpa harus minta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamarnya (secara sembunyi-sembunyi)." Adapun menurut Imam Malik, dari sebuah riwayat bahwa beliau mensyaratkan adanya izin dari wanita tersebut.
Setelah engkau mengetahui dalil tentang hukum memandang (nazhar) yang akan dipinang maka kita kembali kemasalah diatas, yaitu ketika ia berusaha untuk meminta foto dirimu, dengan berbagai alasan yang dia ungkapkan kepadamu agar engkau memberikannya.
Ya, mungkin hati kecilmu akan mengatakan hanya sebuah foto, tidak apa-apa! Mungkin engkau telah siap memasukkannya dalam sebuah amplop untuk diberikan kepadanya, foto terbaik yang ada padamu atau bila engkau sama sekali tidak memilikinya maka engkau mungkin akan beranjak pergi ke studio foto agar mereka bisa mengambil gambarmu...
Baiklah, ukhti muslimah saudaraku fillah, mari kita simak fatwa dari ulama kita tentang masalah ini, sungguh aku berharap kepadamu setelah engkau mengetahuinya maka engkau akan berubah fikiran. Inilah jawaban beliau dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya (semoga Allah merahmatinya). Ada seorang lelaki yang bertanya kepada Syaikh Utsaimin, "Apakah aku boleh meminta foto wanita yang aku pinang untuk dilihat?"
Maka beliau menjawab: TIDAK BOLEH, karena beberapa sebab:
Kemungkinan foto tersebut akan disimpan oleh pelamar, meski ia tidak jadi menikah.
Foto tersebut tidak bisa mewakili keadaan orang yang sebenarnya, karena terkadang rupa yang bagus menjadi jelek atau sebaliknya (menjadi bagus) disebabkan foto.
Tidak pantas bagi seorangpun untuk memberikan peluang kepada orang lain mengambil foto salah satu anggota keluarganya, baik anak wanita, saudara wanita atau yang lain. Hal tersebut tidak boleh karena megandung fitnah. Boleh jadi foto tersebut jatuh ketangan orang-orang yang fasik, sehingga anak-anak wanita kita akan menjadi bahan tontonan. Jika ia berwajah cantik ia menjadi fitnah bagi banyak orang, namun jika ia berparas kurang rupawan maka ia akan menjadi bahan cercaan orang. (Fatwa Ibnu Utsaimin 20/810).
Jelaslah sudah nasehat yang disampaikan ulama kepada kita, semuanya untuk kemaslahatan kita, para muslimah agar terhindar dari fitnah. Karena itu, bila calonmu meminta fotomu maka kini engkau telah tahu jawabannya. Semoga engkau tidak tertipu oleh bujuk rayunya. Jadilah wanita mulia yang terhormat. Sungguh bila engkau perhatikan, hanya dienmu ini (Islam) yang mengangkat derajatmu dan memuliakan dirimu.
Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, para istrinya dan keluarga serta sahabatnya hingga hari akhir. Wallahu ‘alam bish-shawwab.
Sumber rujukan:
1. Fiqh Wanita, Hal: 399-340, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 1999M.
2. Fatwa-fatwa Muslimah, Hal: 253-254, Darul Falah, Jakarta, 2000M.
3. Fatawa Liz Jauzain, Hal: 23-24, Media Hidayah, Jogjakarta, 2003M.
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
02.46
0
komentar
Label: m4kna
Selasa, 16 Desember 2008
Hikmah di Balik Peristiwa

Bismillahirohmannirrohim
Takdir kita sudah ditentukan oleh Allah Swt jauh sebelum kita lahir, takdir itu sudah tercatat di kitab lauh mahfudz ketika kita masih dalam kandungan . Kita tidak pernah tahu bagaimana takdir kita, yang penting kita jalani saja hidup ini dengan tetap optimis dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ujian, cabaran, rintangan yang menghadang terkadang membuat surut langkah kita untuk tetap istiqomah bahkan tak jarang manusia yang tak sanggup lagi memikul cobaaan itu menyalahkan sang Khalik dan mengatakan bahwa sang Khalik tidak adil padanya. Naudzubillahi mindzalik.
Ujian, cabaran, rintangan dan cobaan yang diberikan Allah kepada kita bukan pertanda Allah tidak sayang kepada kita, justru Allah sangat sayang kepada kita dan akan menaikkan derajat kemuliaan kita disisiNya ketika kita tetap sabar dalam menghadapi ujian yang diberikanNya
Coba lah baca hikmah itu dari setiap kejadian atau peristiwa yang Allah berikan, begitu banyak terdapat kebaikan. Hanya terkadang kita lengah akan hal itu karena ketika kita mengalami cobaan itu sudah keluhan yang terlebih dahulu keluar dari lisan kita.
Renungkanlah wahai manusia, betapa Allah menyayangi kita. Allah menciptakan kita agar kita bisa mengenal Allah lebih dekat lagi. Subhanallah, kalau saja kita tidak pernah diciptakn mungkin kita tidak akan pernah bisa mengenalNya dan merasakn Nikmat KaruniaNya yang begitu besar,mungkin kita gak pernah merasakan nikmatnya ibadah kepadaNya, lembutnya kasih sayangNya. jadi sudah sepantasnyalah kita harus bersyukur karena telah di ciptakanNya sehingga kita bisa merasakan cintaNya yang begitu Agung.
Allahu’alam bisshowab
by : Nia Samosir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
22.50
0
komentar
Label: Coretanku
Sabtu, 13 Desember 2008
Penyesalan

Bismillahirohmannirrohim
Saat ini akibat terhadap apa yang sudah kulakukan telah menimpaku.
Saat ini hatiku menangis perih oleh akumulasi ulahku selama ini
Kebiasaan ku bergaul dengan teman-teman sekelas yang bukan muhrim menjadi malapetaka bagiku, fitnah itu telah menyebar kemana-mana bak roket yang melesat cepat dengan kekuatan dahsyatnya.
“ Ih…, si Nia kok gitu ya…., terlalu bebas banget pergaulannya seolah-olah dia tidak merasa risih berdekatan dengan teman lelaki sekelasnya padahalkan dia itu pakai jilbab lebar, ya sama aja donk kaya’ kita-kita yang jilbab kecil .” Komentar a
“Tahu gak …, si Nia itu dari cara ngomongnya ternyata masih suka bikin sakit hati orang” komentar b
Vina temanku (tidak nama sebenarnya) menceritakan tentang komentar teman-temanku yang lain yang tak sengaja didengarnya ketika akan memasuki kelas.
Duhh…………, kerongkonganku bagai tersedak hingga tak mampu berkata-kata walaupun untuk sekedar membela diri., tak ayal kepalaku terasa berat, pijakan kakiku hampir tak seimbang dan dengan cepat ku ambil posisi duduk.
Aku tak menyangka kalau teman-temanku akan berkata seperti itu, padahal aku merasa apa yang kulakukan biasa-biasa aja. Tapi aku tak tahu apakah aku memang sudah berlebihan.
“ya udah…, kamu yang sabar ya. Coba intropeksi dan perbaiki diri lagi, siapa tahu kamu memang sudah berlebihan. Saran Vina lagi.
Yah…, mungkin Vina benar. Memang aku tampaknya sering lepas kontrol bila sudah sama-sama bercanda. Mungkin selama ini yang ku anggap biasa ternyata di mata mereka sudah melampau batas.
Ya Allah ampuni hambaMu yang lemah ini
Sehingga tak sadar telah melakukan dosa besar
Ya Allah aku menyesal atas perbuatanku
Semoga aku bisa memperbaiki diri ini
Saat ini aku hanya ingin MENANGIS…….
by : Nia Samosir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
02.31
0
komentar
Label: Coretanku
Minggu, 30 November 2008
Hangatnya Ukhuwah

Bismillahirohmannirrohim….
Dah lama gak nelphon dek Ida. Akhirnya tadi pagi kami berkomunikasi lagi via telphon. Astaghfirullloh…., aku mendengar suara serak dari sebrang sana. Apakah dia sedang sakit batinku bertanya-tanya. Dugaan ku benar ternyata dia sedang sakit dan ku dengar dia menangis. Dia bilang ketika dia sakit sepertinya tidak ada teman yang peduli padanya, padahal dia selalu berusaha ingin memberi perhatian kepada teman-temannya dengan tulus. Oh adekku…….., jangan menangis lagi. Kakak akan berusaha membuatmu nyaman kembali.
Ukhuwah…., ya ukhuwah. Amat misteri. Awal perkenalan dengannya lewat blog yang akhirnya meningkat lewat komunikasi telphon. Sama sekali aku belum tahu seperti apa wajahnya, sifat dan perilakunya tapi dari komunikasi yang terjadi antara kami, aku merasa klop bersahabat dengannya.
Bukan di buat-buat, di rekayasa ataupun di rencana terkadang bila di sela-sela aktivitas aku mengingatnya dan ingin meng-smsnya. Sebelum aku meng-sms nya ternyata sms nya sudah terlebih dahulu tiba di layar hpku. Itu tidak terjadi sekali saja bahkan sering. Ukhuwah itu amat indah, ketika kita mengingat saudara kita ternyata dia juga sedang mengingat kita. hati kita saling terikat, kontak batin kita amat kuat.
Aku juga pernah mimpi tentang dia, dan ternyata mimpi ku hampir sesuai dengan apa yang di alaminya pada saat itu walaupun tidak semuanya persis sama. Aku mimpi seperti itu mungkin karena aku sedang mengingatnya.
Ya Allah
jagalah dia …..
Sayangi dia….
Hilangkan keresahannya….
Yakini dia ..
Bahwa disini….
Ada saudaranya yang masih memperhatikannya dengan sepenuh cinta…..
Semoga ukhuwah yang kami jalin hanya karena-Nya, dan semoga Allah menjaga ukhuwah ini hingga ke Jannah-Nya kelak. Aamiiinnn….
by : Nia Samsir
Selengkapnya...
Diposting oleh
Ummu Hudzaifah
di
02.51
1 komentar
Label: Coretanku