Click here for Myspace Layouts

Mulailah membaca Artikel-Artikel ini dengan Bismillah

Sabtu, 25 April 2009

Perjalanan........

Usiaku hari ini bertambah satu tahun. Ahh…, kalau dipikir-pikir ternyata aku sudah tua juga ya……,Pada hakekatnya berarti jatah umurku telah berkurang, tapi belum ada yang cukup bermakna yang ku persembahkan dalam hidup ini. semakin bertambah usiaku semakin bertambah juga dosaku. Astaghfirullohal adzim.



Ya Allah bila suatu saat Engkau memanggilku, aku pasrah padaMu. Walau ku tahu bekalku masih belum cukup. Saat ini ku hanya ingin PengampunanMu………hanya pengampunanMu. Ya Allah ampuni hamba yang lemah ini, ampunilah hamba yang hina ini.

Kuingin ketika ajalku telah datang hati ini hanya MengingatMu dan lisan ini hanya menyebut AsmaMu.

Ya Allah aku MencintaiMu…, ya Allah aku Merindukan Pertemuan denganMu……







by :Nia Samosir



Selengkapnya...

Tunggulah.......




Bila kau sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-Nya, Fasbirii Bishobron Jamiil (maka bersabarlah dengan keindahan) demi Allah dia tidak datang karena kecantikan, kepintaran ataupun kekayaanmu. Tapi Allah lah yang menggerakkah dia untuk datang kepadamu. Janganlah tergesa mengekspresikan cinta padanya sebelum Allah mengizinkan, belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah?? Innalaha ‘alimul hakim (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana). Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dalam hati rapat-rapat. Allah kan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang TEPAT.



^__^
^__^
^__^

Sabarlah menanti...
Janji Allah kan pasti ...
Kekasih kan datang ...
Sesuai dengan Iman di hati....








by : Nia Samosir

Selengkapnya...

Jumat, 10 April 2009

Akhwat bersahabat dengan ikhwan , boleh gak seeehhhhhhh. ….??????

Bismillahirrohmannirohim


Saat ini persahabatan antara ikhwan dan akhwat bukan hal yang aneh lagi. sepertinya ini sudah menjadi trend di kalangan ikhwah. Ini bisa terjadi di kalangan aktivis kampus, dan di dunia maya. Persahabatan yang mereka lakukan memang cukup unik , tidak seperti persahabatan yang orang ammah lakukan dengan suka ngumpul-ngumpul atau membentuk genk-genk. Persahabatan akhwat dan ikhwan bisa terjalin karena saling memberi taujih dan curhat yang di lakukan via ponsel, email ataupun chat.


Pertemanan yang di anggap semula biasa menjadi memunculkan perasaan yang tidak biasa nantinya. Perasaan itu muncul step by step…..,
1. biasanya hanya sekedar simpatik, dan simpatik itu berubah menjadi ketertarikan yang lebih khusus.
2. Mulai membuat analisa dan meraba-raba “kaya’nya dia cocok jadi pasanganku”
3. Ketergantungan dan bahayanya bisa FALL IN LOVE (level yang sangat GAAASSSWAAAT) kalau sudah jatuh cinta, di kalangan ikhwah juga tidak segan-segan untuk melakukan aksi NEMBAK seseorang yang di sukainya itu (baik ikhwan ataupun akhwat yang lebih dulu). Ketika manusia jatuh cinta terkadang LOGIKA nya tidak jalan lagi. Nasehat-nasehat dari teman bisa di anggap angin lalu bahkan nasehat Murobbi juga di acuhkan, yang penting hatinya bahagia (bahagia yang menyesatkan). Tak peduli pulsa membengkak (padahal dia juga masih minta kiriman pulsa dari orang tuanya).


Sadarlah wahai para ikhwah……, apa mungkin dengan saling memberi taujih tidak ada terselip perasaan yang sulit untuk di defenisikan bagi yang memberi ataupun yang menerima….?? untuk sementara waktu memang tidak ada tapi bila itu di lakukan secara intens siapa yang bisa menjamin, apa mungkin dengan curhat dengannya masalah kita terselesaikan dan hati menjadi tenang ?? (mungkin masalah yang di curhatkan selesai tapi masalah baru akan timbul). Jadi kalau dampak akhirnya tidak baik bagi kita sebaiknya dihindari. Memang interaksi antara akhwat dan ikhwan tidak bisa dihindari , misalnya di dalam organisasi, bekerja dan bermasyarakat kita akan saling berkoordinasi dan bekerjasama dengan para ikhwan. Tapi tentu ikhwah sekalian tahu batas-batasnya. Bahkan di dalam suatu organisasi di kampus-kampus di temukan sebuah aturan yang mungkin sangat biasa. Aturan itu adalah melarang kepada anggota akhwatnya membalas sms ikhwan atau menerima telphon ikhwan bila telah lewat jam 9 malam (kecuali memang yang sangat URGENT terkait urusan Organisasi). Tapi akan lebih baik jika urusan URGENT itu dibicarakan ke-esokan harinya (seperti tidak ada waktu lain saja).

Menjaga hati……., yupzzzz….., banyak ikhwah mengakui sulit untuk menjaga hati. Nah kalau sudah tahu seperti itu kenapa tidak menjauhinya. Kebanyakan ikhwah justru menjurumuskan diri terjebak kedalamnya. Ada yang ngakunya hanya menganggap kakak adek. Uhhhh…., omong kosong masa’ sih orang yang gak muhrim bisa jadi kakak adek…….dari mana jalannya (jalan pintas kaleeeee alias jalan motong…).

Ketahuilah hai para ikhwan perasaan akhwat itu amat halus (tapi bukan berarti makhluk halus ya). Jadi tolong……, tolooong sekali jaga ucapan kalian di dalam komunikasi baik secara langsung ataupun via sms, karena kata-kata itu bisa membekas di hati para akhwat. Dan si akhwat suka membuat kesimpulan dari ucapan-ucapan itu. Kepada para akhwat tolong jangan suka memastikan sesuatu yang belum pasti, terkadang para ikhwan menganggap ucapan yang dikeluarkannya hanya biasa-biasa saja dan tidak ada maksud lain. Akhwat jangan suka ke-GEER-an ketika si ikhwan miscall di sepertiga malam, terus besoknya kita menceritakan ke teman akhwat yang lain…, eh ternyata si akhwat itu juga di miscall dan setelah diselidiki ternyata si ikhwan miscall ke semua akhwat, bukan hanya akhwat saja yang di miscall teman ikhwan lainnya juga (heheh tuh..., jadi malu kan).

Ikhwah coba fikirkan…, renungkan…. Akibat dari setiap tindakan yang kita lakukan. Apakah tindakan itu lebih banyak mengarah kepada kemaslahatannya atau kemudhorotannya?? Kalau setiap ikhwah memikirkan hal ini Insya Allah hidup kita jauh dari ke SIA-SIA-an.





by : Nia Samosir

Selengkapnya...

Jumat, 20 Maret 2009

TU + GURU




Bismillahirrohmanirrohim


Hari pertama mengajar di SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) I’AANATUTH THALIBIIN ya lumayan asyik karena hari ini ana mengajar di kelas putri. Hmmm…, ada yang bingung ya dengan profesi ana..??? iya kan….., ngaku aja lagi. yupzz!! Ana bingung nih…coba jelaskan emang pekerjaan ukhti apa sih..??? nah gitu dong. Biar ana jelaskan ya….., tapi bentar ana ke kebelakang dulu gak lama kok paling Cuma 2 jam…,(kelamaaaaaannnnnnnnn niaaaaaa……!!!), hehe Emosi ya……


Pekerjaan ana sebenarnya Tata Usaha dan kini merangkap jadi guru. Mengajar ini hanya untuk sementara karena menggantikan Ustadzah Neni yang sedang cuti melahirkan. Tahu tidak apa saja bidang studi yang di ajarkan..?? PAI (Pendidikan Agama Islam, Qiro’ati dan Tahfidz). Gak nyambung banget ya dengan jurusan kuliah ana. Tapi Insya Allah ana bisa kok mengajar PAI kan ana ikut ngaji (LIQO) jadi malah semakin mudah membuat pemahaman ke pada anak muridnya. Qiro’ati! Ya kalau Qiro’ati tahu sih hukum-hukumnya tapi untuk mempraktekkan panjang pendeknya suara ana terlalu bagus, bagus sekali malah alias cempreng. Hehe. (harus banyak belajar lagi nih….), dan kalau Tahfidz gimana?? Hehe…., heheh…(di Tanya kok ketawa???) jadi malu nih. Soalnya hapalan mereka sudah beranjak ke juz 29 sementara ana masih aman-aman saja di juz 30. (ih gak malu masa’ ustadzahnya hapalannya di situ-situ aja), alhasil ketika muridnya menyetor hapalan juz 29….., Al-Qur’an telah stanby di tangan.

Hari berikutnya mengajar di kelas III Putra. Tahu apa yang terjadi..?? hampir saja pita suara ana keluar dari tempatnya karena ana harus mengeraskan suara untuk membuat keadaan kelas tenang. Seketika mereka memang tenang. Tapi itu tidak bertahan lama , silaf sedikit kelas kembali gaduh. Waduhh…, memang untuk menangani kelas Putra butuh energi yang ekstra, beda dengan murid kelas putri yang bila di beritahu sekali langsung mengerti. Kalau gitu butuh strategi nih bagaimana caranya menghadapi kelas putra agar mereka bisa tenang dalam belajar. Dan ternyata memang bukan ana saja yang merasakan itu, ustad dan ustadzah yang lain juga merasakan kalau kelas Putra memang lebih menonjol kebandalannya.

Yah…..,kami para ustad dan ustdzah hanya bisa mendo’akan agar murid-murid kami bisa menyadari kesalahannya dan mau bersemangat untuk belajar. Ketahuilah anak-anak do’a kami tak hentinya untuk antum semua, agar antum menjadi anak yang berguna bagi agama dan bangsa.

Terutama yang kelas VI jangan pernah mengeluh,, bosan ataupun jenuh dalam belajar. UASBN sudah dekat persiapkan diri antum semua, siapkan amunisi untuk menghadapi perang (UJIAN AKHIR).

GAK BOLEH MALAS…., GAK BOLEH MALAS….GAK BOLEH MALAS……., GAAAAKKKKK BOLEHHHHH….!!!!!!

HAMASAH…………..!!!!!!!!!!
ALLAH AKBAR……..!!!!!!!!!!


Jum’at , 20 Maret 2009
By : Nia Samosir


Selengkapnya...

Jumat, 13 Februari 2009

Kuliah dan Kerja



BISMILLAHIROHMANNIRROHIM

Hmmm….,lama gak nulis nih ternyata kangen juga. Ya walopun mungkin tulisan ini gak ada yang baca. Paling tidak diri sendiri yang membacanya, siapa tahu tulisan ini bisa membuat si penulis sadar akan satu hal. Semoga aja.

Ya Allah, dulu ketika aku belum bekerja aku sangat ingin bekerja walaupun ada sedikit keraguan di hati ini, bagaimana nantinya aku akan membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Tapi aku tetap berusaha mencari pekerjaan dan berjanji di hati untuk bisa membagi waktu antara kuliah dan kerja nantinya bila sudah dapat pekerjaan. Dan aku pun tak pernah berhenti memohon kepada-Mu di sepertiga malam-malam ku. Dengan khusyuk dan berlinangan air mata aku selalu berharap Engkau mengabulkan do’aku.

Memang aku sangat membutuhkan pekerjaan, kalau tidak kuliahku yang akan terancam putus. Ya Allah aku sangat ingin bisa menyelesaikan kuliahku ini. Aku gak mau kuliahku kandas sampai disini hanya karena biaya.


Usahaku pun terjawab sudah. Pertolongan Allah itu amat dekat, Allah maha pengasih kepada setiap hamba-Nya yang betul-betul mau berusaha. Aku di terima bekerja sebagai Tata Usaha di SDIT I’AANATUTH THALIBIIN di Perawang Kec. Tualang.

Syukur Alhamdulillah kuucapkan pada-Mu Ya Allah. Hati ku senang tak terkira. Dengan riang hati, kumulai hari-hari ku. Walaupun jarak yang kutempuh antara rumah dan tempat kerja amat jauh tapi aku tetap semangat. Bayangkan jarak yang harus ku tempuh lebih kurang 60 km dan aku menempuhnya setiap minggu karena aku harus kuliah. Capek…..??? untuk saat ini aku masih enjoy saja melakoni kedua rutinitas itu.

Lesu , letih, lemah dan tak bersemangat……, akhir-akhir ini melandaku. Ya Allah ada apa dengan diri ini. Belajar pun mulai malas, dikampus mulai tak fokus lagi saat dosen menerangkan. Ku mulai ragu akan hasil UAS ku kali ini. Aku sudah bisa memprediksikan bahwa IP ku semester ini akan hancur. Astaghfirulloh ……, kenapa aku lupa akan janjiku untuk tetap menyeimbangkan apapun kegiatanku. Aku telah lengah terhadap janjiku.

Aku menyesal telah melakukan kesalahan……, mulai saat ini aku harus meluruskan dan memperbaharui niatku lagi. Aku harus bisa bertanggung jawab atas apa yang ku jalani dalam hidup ini.

TARGET DAN PRIORITAS KE DEPAN ADALAH AKU HARUS LEBIH FOKUS PADA KULIAHKU, HARUS BISA MEMPERBAIKI NILAI-NILAI KU. DAN SEMOGA BISA LULUS TEPAT WAKTU. AAMIINNNNNNNNN.







by : Nia Sayyida
Selengkapnya...

Sabtu, 17 Januari 2009

Ada Cinta yang Ku Rindu


Bismillahirohmanirrohim

Rindu……………
Ku tak mengerti kenapa rasa itu bisa hadir di hatiku
Rindu pada siapa???
Pada Ibu, kakak atau adek???
Hmmm…., setiap saat ketemu kok dengan mereka.
Jadi untuk siapa di alamatkan rindu ini??? Hatiku bertanya-tanya.
Semakin ku coba mengacuhkannya, semakin kuat pula rasa itu
Sulit aku untuk menepisnya begitu saja
Ohhh…, ingin sekali ku menjerit hanya sekedar menarik nafas
Rinduku tak terbendung lagi………

Ku mencari apa sebabnya …..
Ku coba selidiku hatiku………
Ada apakah gerangan…..????


Akhirnya ku menemukan jawabannya……….
Akhirnya ku dapat mendeteksinya…………….
Belahan jiwa, dambaan hati, separuh nafas, pasangan hidup.
Hah…!!! Apa …!!!
Ternyata aku telah merindukan kehadirannya di sisiku
padahal siapa dia dan dimana dia akupun belum tahu...

Loh kenapa hatiku duluan yg merasakannya..,
sedangkan aku tak pernah terpikir tentang pendamping hidup
masih jauh sekali………………
Bukankah aku masih kuliah…..???
Bukankah aku masih harus bekerja dulu….??
Bukankah aku harus membantu keluarga dulu..???

Ku gak tahu ….
Dapatkah aku membendung rindu ini…..?????
Ahh…rasanya rindu ini sudah meluap-luap
ingin segera di luahkan..
Ingin segera di obati……..

Semoga aku bisa sabar…….
Semoga aku bisa tetap menjaga hati ini dlm menantinya

Ku berharap kami di pertemukan dalam keberkahan
Ku berharap dia ridho menerimaku apa adanya
Ku berharap dia bisa jadi pemimpinku dalam membina rumah tangga cinta

Hanya padaMu lah ya Allah …
Ku titipkan salam rindu ini untuknya….







by : Nia Samosir


Selengkapnya...

Rabu, 14 Januari 2009

Ukhti...bolehkan aku meminta fotomu?


Ukhti,... sebelum tiba ke dalam gerbang pernikahan biasanya engkau akan mengalami ihwal melihat calon pasanganmu. Baik si dia maupun engkau masing-masing ingin tahu lebih banyak tentang calon yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dan..., memang itu tidak salah bahkan Islam menganjurkan agar calon suami ukhti melihat dirimu, karena agama kita ini adalah agama yang hanif yang tidak memuat kecurangan ataupun membuat rugi pemeluknya, maka engkau akan melihat betapa sempurnanya dienmu ini.

Bila masa itu tiba, dan engkau ingin dilihat olehnya, maka persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya biarkan ia melihatmu, jangan engkau tutupi segala kekurangan yang ada padamu karena itu akan membawa penyesalan nantinya. Adapun kelebihan yang ada pada dirimu maka pertahankanlah, jadilah dirimu sendiri, inilah aku apa adanya, semoga engkau menjadi suka padaku karena Allah semata.

Tapi terkadang diantara engkau ya ukhti..., dihadang pada suatu masalah ketika calonmu jauh darimu sehingga ia tidak bisa melihatmu secara langsung. Maka ia akan meminta foto dirimu. Agar bisa melihatmu dengan lebih dekat dan lebih pribadi. Atau terkadang diantara calon yang ingin melamarmu walaupun sudah melihatmu tapi masih juga menginginkan foto dirimu, maka apa yang akan engkau lakukan?

Ketika calonmu mengatakan, Ya ukhti, bolehkah aku meminta fotomu?

Tunggu dulu jangan engkau beri jawaban, iya.... karena dengan alasan ia ingin menikahimu maka engkau begitu mudah untuk memberikannya. Bagaimana kalau ia tidak jadi menikahimu? Bisakah engkau meminta fotomu kembali? Apakah engkau yakin ia bisa menjaga amanah untuk tidak memperlihatkan fotomu kepada orang lain selain kedua orang tuanya? Ah, mungkin kau berfikiran... inikan hanya sebuah foto! Masalah kecil... Coba baca keterangan ulama tentang masalah ini agar hatimu tenang dan engkau tidak membuat kesalahan yang fatal.

Ukhti muslimah, sebelum aku menjelaskannya kepadamu..., maka wajib bagimu untuk mengetahui secara detail tentang hukum memandang ini (nazhar). Berangkat dari sebuah hadits mulia yang disampaikan oleh sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini, siapa lagi kalau bukan beliau Nabi kita Muhammad SAW bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang wanita sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya." (HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir Radhiyallahu anhu).

Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah dari Mughirah bin Syu’bah bahwasanya ia melamar seorang wanita maka Rasulullah bersabda: "Lihatlah ia karena itu lebih melekatkan kalian berdua."

Dan, diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah ra bahwasanya seorang pria melamar seorang wanita, lalu beliau bertanya, "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia berkata: "Belum". Beliau bersabda, "Pergilah dan lihatlah ia."

Dari hadits-hadits diatas dapat kita fahami bahwa islam mensyariatkan calon suami untuk melihat wanita yang akan dinikahinya. Karena sungguh faidahnya yang besar yaitu akan membawa kepada kedekatan diantara kedua belah pihak. Masing-masing akan tahu kelebihan dan kekurangan calon pasangannya.

Tentang masalah memandang ini maka engkau akan dapati perbedaan pendapat dikalangan ulama. Menurut jumhur ulama, "Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang dilamarnya, akan tetapi mereka tidak diperbolehkan melihat kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya." Sedangkan Al-Auza’i mengatakan: "Boleh melihat pada bagian bagian yang dikehendaki, kecuali aurat." Adapun Ibnu Hazm mengatakan: "Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang hendak dilamarnya." Bersumber dari Imam Ahmad, terdapat tiga riwayat mengenai hal lain. Pertama, seperti yang diungkapkan jumhur ulama. Kedua, melihat apa-apa yang biasa terlihat. Ketiga, melihatnya dalam keadaan tidak mengenakan tabir penutup (jilbab).

Jumhur ulama juga berpendapat: "Diperbolehkan melihatnya, jika ia menghendaki tanpa harus minta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamarnya (secara sembunyi-sembunyi)." Adapun menurut Imam Malik, dari sebuah riwayat bahwa beliau mensyaratkan adanya izin dari wanita tersebut.

Setelah engkau mengetahui dalil tentang hukum memandang (nazhar) yang akan dipinang maka kita kembali kemasalah diatas, yaitu ketika ia berusaha untuk meminta foto dirimu, dengan berbagai alasan yang dia ungkapkan kepadamu agar engkau memberikannya.

Ya, mungkin hati kecilmu akan mengatakan hanya sebuah foto, tidak apa-apa! Mungkin engkau telah siap memasukkannya dalam sebuah amplop untuk diberikan kepadanya, foto terbaik yang ada padamu atau bila engkau sama sekali tidak memilikinya maka engkau mungkin akan beranjak pergi ke studio foto agar mereka bisa mengambil gambarmu...

Baiklah, ukhti muslimah saudaraku fillah, mari kita simak fatwa dari ulama kita tentang masalah ini, sungguh aku berharap kepadamu setelah engkau mengetahuinya maka engkau akan berubah fikiran. Inilah jawaban beliau dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya (semoga Allah merahmatinya). Ada seorang lelaki yang bertanya kepada Syaikh Utsaimin, "Apakah aku boleh meminta foto wanita yang aku pinang untuk dilihat?"

Maka beliau menjawab: TIDAK BOLEH, karena beberapa sebab:

Kemungkinan foto tersebut akan disimpan oleh pelamar, meski ia tidak jadi menikah.

Foto tersebut tidak bisa mewakili keadaan orang yang sebenarnya, karena terkadang rupa yang bagus menjadi jelek atau sebaliknya (menjadi bagus) disebabkan foto.

Tidak pantas bagi seorangpun untuk memberikan peluang kepada orang lain mengambil foto salah satu anggota keluarganya, baik anak wanita, saudara wanita atau yang lain. Hal tersebut tidak boleh karena megandung fitnah. Boleh jadi foto tersebut jatuh ketangan orang-orang yang fasik, sehingga anak-anak wanita kita akan menjadi bahan tontonan. Jika ia berwajah cantik ia menjadi fitnah bagi banyak orang, namun jika ia berparas kurang rupawan maka ia akan menjadi bahan cercaan orang. (Fatwa Ibnu Utsaimin 20/810).

Jelaslah sudah nasehat yang disampaikan ulama kepada kita, semuanya untuk kemaslahatan kita, para muslimah agar terhindar dari fitnah. Karena itu, bila calonmu meminta fotomu maka kini engkau telah tahu jawabannya. Semoga engkau tidak tertipu oleh bujuk rayunya. Jadilah wanita mulia yang terhormat. Sungguh bila engkau perhatikan, hanya dienmu ini (Islam) yang mengangkat derajatmu dan memuliakan dirimu.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, para istrinya dan keluarga serta sahabatnya hingga hari akhir. Wallahu ‘alam bish-shawwab.

Sumber rujukan:

1. Fiqh Wanita, Hal: 399-340, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 1999M.
2. Fatwa-fatwa Muslimah, Hal: 253-254, Darul Falah, Jakarta, 2000M.
3. Fatawa Liz Jauzain, Hal: 23-24, Media Hidayah, Jogjakarta, 2003M.



Selengkapnya...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com